Liputan6.com, Depok Udara pagi yang sejuk seakan membuat masyarakat enggan beranjak dari tempat tidur. Suasana di Pasar Rakyat Jabar Juara yang bersentuhan langsung dengan Terminal Sawangan, mulai menampakkan aktivitas masyarakat.
Hilir mudik bus Transjakarta mulai mengangkut masyarakat yang hendak pergi bekerja. Namun, di sisi lain terdapat sebuah bangunan dua lantai dengan bagian atapnya terdapat tulisan Pasar Rakyat Jabar Juara, seakan masih tertidur lelap.
Advertisement
Liputan6.com mencoba memasuki area Pasar Rakyat Jabar Juara yang dibangun 2021 atau pada era kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Memasuki pintu masuk, terdapat sejumlah kios mulai membuka usahanya yang berada di Blok A.
Sekadar informasi, kini Pemprov Jawa Barat dipimpin oleh Gubernur Dedi Mulyadi sejak 2025.
Adapun kios di blok A menjual aneka makanan dan minuman, serta kue yang dapat dijadikan buah tangan saat berpergian. Namun disisi lain, saat memasuki bagian dalam lantai satu, terdapat kios yang tutup serta lapak yang terbuka tanpa berpenghuni.
Sejauh mata memandang, hanya tersajikan kios terbuka namun tampak tidak terisi. Masih di sudut itu, ada beberapa mesin parut kelapa, mesin jahit, dan sembako yang tampak tutup.
Diliputi dengan rasa penasaran, Liputan6.com mencoba menaiki lantai dua Pasar Rakyat Jabar Juara. Tidak jauh berbeda dengan lantai satu, pada lantai dua banyak ruko yang tutup hanya tersisa sejumlah spanduk kecil bertuliskan beberapa produk yang di jual.
Pada bagian sudut sisi utara, terdapat kantor pengelola pasar terdiri dari empat ruangan. Ada pun ruangan itu menjadi tempat ruangan Tibsar, staf, pengelola pasar, klinik atau ruangan laktasi.
Liputan6.com tidak dapat menemui satupun pegawai maupun staf pengelola Pasar Rakyat Jabar Juara yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp 10 Miliar. Anggaran pembangunan Pasar Rakyat jabar Juara Sawangan menggunakan dana pembangunan ekonomi nasional tahun 2021.
Pada sisi kanan, terdapat bangunan yang digunakan layaknya menjadi sebuah café dan billiard. Bahkan, hal itu diperkuat dengan adanya plang berukuran besar bertuliskan nama café dan billiard.
Rasa penasaran masih menyelimuti rasa kaingin tahuan Liputan6.com terhadap Pasar Rakyat Jabar Juara Sawangan yang sepi. Akhirnya, Liputan6.com bertemu dengan seorang pria merupakan pedagang yang enggan menyebutkan identitas lengkapnya.
Sebut saja namanya Andi yang mengaku sudah berdagang cukup lama di pasar. Andi menilai Pasar Rakyat Jabar Juara Sawangan sepi peminat, dikarenakan tidak adanya pembeli.
“Ya kondisi pasar seperti ini, enggak ada orang yang datang mau beli,” ujar Andi, Jumat (19/9/2025).
Pada saat peresmian Pasar Rakyat Jabar Juara, banyak pedagang yang ingin menyewa kios. Warga sekitar turut datang melihat dan membeli barang yang dijajakan para pedagang.
“Awal dibuka pembeli ada, tapi semakin ke sini, pembelinya enggak ada, makanya banyak kios yang tutup,” terang Andi.
Untuk menarik pedagang untuk menyewa kios, harga sewa kios cukup terbilang murah. Untuk lapak kios terbuka, harga sewa sebesar Rp 850 ribu dengan ukuran satu setengah meter.
Adapun kios dengan bangunan tertutup harga sewa sebesar Rp 3 juta per tahun. Adapun untuk retribusi dikenakan biaya Rp 3.500 setiap harinya.
“Penyewaannya bisa dilakukan ke Dinas yang ngurus pasar,” ucap Andi.
Kenapa Sepi Peminat
Ingin mendapatkan informasi yang lebih dalam, Liputan6.com mencoba menggali informasi dengan warga sekitar. Akhirnya, Liputan6.com bertemu dengan warga Sawangan, yakni Rina.
Rina mengaku sempat ingin menyewa satu kios di Pasar Rakyat Jabar Juara, namun keinginan tersebut dihentikannya karena tidak ada pembeli di pasar tersebut. Rina harus berpikir ulang untuk menyewa kios meskipun terbilang dengan harga murah.
“Kalau saya sewa tapi tidak ada pembeli percuma juga, jadi lebih baik tidak usah sewa di sana,” tutur Rina.
Rina mencoba melakukan pemetaan di lokasi sekitar yang membuat masyarakat enggan mendatangi Pasar Rakyat Jabar Juara Sawangan. Melihat dari sisi kebutuhan dapur, masih banyak pedagang sayuran yang berjualan dengan harga murah di sekitar pemukiman masyarakat.
“Kalau jualan sembako, ternyata pasar ini dekat dengan supermarket dan bertebarannya minimarket di setiap sudut jalan serta dekat perumahan warga,” ungkap Rina.
Tidak hanya itu, masih terdapat pasar mingguan atau pasar rebo yang berada di wilayah Bedahan, menjadi salah satu lokasi yang menjual lengkap kebutuhan masyarakat. Hal itulah yang menjadi alasan perempuan berhijab itu enggan menyewa ruko di Pasar Rakyat Jabar Juara.
“Jadi lebih baik tidak usah menyewa, ini juga perlu menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok,” kata Rina.
Liputan6.com telah berusaha untuk menghubungi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok, Dudi Miraz Imaduddin, namun tidak mendapatkan respon. Tidak hanya itu, Liputan6.com mencoba menghubungi Camat Sawangan, Anwar Nasihin, terkait sepinya pengunjung pasar, namun Anwar memberikan alasan sedang mengikuti kegiatan dengan DPRD Kota Depok.
“Saya lagi acara dengan DPRD dulu ya,” tulis Anwar melalui pesan WhatsApp.
Niat Awal Pasar
Sebagai informasi tambahan, kala itu Pemerintah Provinsi Jawa Barat meresmikan Pasar Rakyat Jabar Juara di Kota Depok. Pasar yang terletak di Kecamatan Sawangan, diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Kala itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Mohammad Arifin, Soedjayana mengatakan, pembangunan Pasar Rakyat Jabar Juara di Kota Depok merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pembangunan pasar menggunakan anggaran dana hingga puluhan miliar.
“Anggaran pembangunan sebesar Rp 10 miliar melalui dana pembangunan ekonomi nasional tahun 2021,” ujar Arifin kepada Liputan6.com, Jumat (8/4/2022).
Arifin menjelaskan, pembangunan pasar rakyat merupakan Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Depok. Atas Kerjasama tersebut pasar rakyat dibangun di atas lahan seluas 3.600 meter persegi.
“Di lahan seluas itu dibangun sebanyak 104 kios,” jelas Arifin.
Arifin mengungkapkan, lahan yang kini di bangun pasar rakyat, dahulunya merupakan terminal bayangan. Diharapkan pasar rakyat yang telah dibangun dan diresmikan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dapat memberikan manfaat kepada pedagang dan konsumen.
“Insya Allah akan membawa berkah bagi para konsumen juga baik para pedagang,” ungkap Arifin.