Rupiah Amblas Hari Ini 19 September 2025, Ini Biang Keroknya

Pada Jumat (19/0/2025) pagi, rupiah dibuka terkoreksi 44 poin atau 0,27 persen ke level 16.571 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya 16.527 per dolar AS.

oleh Septian DenyDiterbitkan 19 September 2025, 11:20 WIB
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat pagi seiring rebound dolar AS pascakeputusan bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga acuannya.

Pada Jumat (19/0/2025) pagi, kurs rupiah dibuka terkoreksi 44 poin atau 0,27 persen ke level 16.571 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya 16.527 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah hari ini diperkirakan cenderung melemah, tertekan kombinasi faktor eksternal dan domestik.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang masih melanjutkan rebound oleh sikap "less hawkish" the Fed di FOMC, dolar AS juga didukung oleh data pekerjaan klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan," ujar dia dikutip dari Antara.

Sedangkan rupiah turut tertekan oleh kekhawatiran defisit fiskal akibat stimulus paket ekonomi pemerintah.

Selain itu, sentimen domestik juga dipengaruhi adanya rencana revisi Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Menurut dia, kekhawatiran timbul karena adanya wacana perluasan mandat Bank Indonesia dan fungsi pengawasan Bank Indonesia oleh DPR RI dalam revisi UU tersebut.

Stabilitas Nilai Rupiah

Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Salah satu yang dibahas yakni soal tujuan BI yang tidak lagi hanya sebatas mencapai stabilitas nilai rupiah, tetapi juga memelihara stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi.

Meski demikian, aturan ini masih belum mencapai pembahasan final.

Adapun, The Fed pada Rabu waktu setempat atau Kamis (18/9) dini hari, menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00-4,25 persen.

Pemangkasan tersebut menjadi yang pertama sepanjang 2025 setelah bank sentral AS menahan suku bunga selama lima kali pertemuan beruntun.

The Fed juga memberi sinyal kemungkinan dua kali pemangkasan tambahan hingga akhir tahun 2025.

Menurut Lukman, dengan adanya prospek pemangkasan lanjutan dari The Fed, pasar global masih menilai dolar AS cukup kuat dalam jangka pendek.

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.450 hingga Rp16.600 per dolar AS pada perdagangan hari ini

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya