Israel Disebut Akan Membanjiri Kota Gaza dengan Robot Peledak

Apa itu robot peledak dan bagaimana cara kerjanya? Simak penjelasannya berikut ini.

oleh Khairisa FeridaDiperbarui 18 September 2025, 07:42 WIB
Target utama operasi ini adalah menghancurkan milisi Hamas yang diduga bertahan di jantung kota. (Menahem KAHANA/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Militer Israel bersiap mengerahkan sejumlah kendaraan kendali jarak jauh yang dipasangi bahan peledak ke Kota Gaza. Media Israel Walla News melaporkan bahwa jumlah kendaraan yang disiapkan kali ini tergolong belum pernah terjadi sebelumnya.

Di Gaza, kendaraan ini dikenal sebagai robot peledak. Kendaraan-kendaraan itu merupakan APC (Kendaraan Pengangkut Personel Lapis Baja) yang sudah tidak terpakai, dimodifikasi dengan bahan peledak, dan dikendalikan dari jarak jauh oleh pasukan Israel.

Pasukan Israel nantinya mengendalikan APC-APC tersebut masuk jauh ke kawasan perkotaan, lalu meledakkannya dan menyebabkan kehancuran luas. Mereka menyebut praktik ini sebagai "APC bunuh diri".

Walla News pada Selasa (16/9/2025) melaporkan bahwa militer telah menempatkan sejumlah besar APC usang di sepanjang perbatasan Gaza. Kendaraan-kendaraan itu diubah menjadi "bom raksasa" untuk dipakai dalam serangan darat yang telah dimulai pada hari itu.

Awal bulan ini, Jerusalem Post memberitakan bahwa penggunaan APC tua tipe M113 meningkat tiga kali lipat atas perintah Kepala Komando Selatan Yaniv Asor.

Menurut laporan media Israel, kekuatan ledakan dari APC tersebut begitu besar hingga sebagian terdengar sampai ke Israel tengah.

Sementara itu, warga Palestina menggambarkan ledakan-ledakan itu sebagai peristiwa yang "mengguncang Bumi" serta menebarkan teror dan kehancuran di sekitarnya.

"Kendaraan-kendaraan itu sangat dahsyat. Mereka meratakan seluruh bangunan menjadi puing-puing," kata Hamza Shabaan, warga Kota Gaza yang pernah menyaksikan langsung akibat robot peledak tersebut, kepada Middle East Eye. "Mereka jauh lebih menghancurkan daripada serangan udara."

Senjata Paling Mengerikan

Pasukan Israel terus meningkatkan serangannya di Kota Gaza, salah satu wilayah paling padat penduduk di Jalur Gaza. (AP Photo/Abdel Kareem Hana)

Menurut laporan Kantor Media Pemerintah di Gaza, sedikitnya 100 robot peledak dikerahkan di kawasan padat penduduk dalam kurun waktu 13 Agustus hingga 3 September.

Akibat serangan tersebut, dampaknya sangat besar. Lembaga non-profit Euro-Mediterranean Human Rights Monitor mencatat, rata-rata sekitar 300 unit hunian hancur setiap hari akibat ledakan yang ditimbulkan.

Menurut Euro-Med Monitor, penggunaan robot ini berlangsung dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menandakan adanya strategi ‘untuk menghapus kota dari peta’.

"Inilah senjata paling mengerikan milik Israel yang digunakan untuk menakut-nakuti warga Gaza agar mengungsi ke selatan: kendaraan APC yang diubah menjadi bom raksasa robotik," kata peneliti Palestina Muhammad Shehada di platform media sosial X.

"Militer Israel telah membanjiri Kota Gaza dengan APC-APC tersebut untuk membom secara membabi buta kawasan padat penduduk dan menciptakan kekacauan."

Bukan Sesuatu yang Baru

Data Kantor Media Pemerintah Gaza, sejak 11 Agustus 2025 militer Israel telah menghancurkan 1.600 menara dan bangunan hunian, serta sekitar 13.000 tenda. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Metode ini bukan hal baru. APC bermuatan bahan peledak dilaporkan sudah digunakan di seluruh Gaza pada bulan-bulan awal genosida, meski awalnya dibantah oleh militer Israel.

Kesaksian para tentara sejak Juli 2024 mengonfirmasi penggunaannya.

Menurut laporan terbaru Maariv, taktik ini pertama kali dikembangkan setelah perang Gaza tahun 2014.

Sejak saat itu, taktik tersebut berkembang menjadi metode operasi yang memungkinkan pembukaan jalan, perobohan bangunan, serta penghancuran infrastruktur musuh tanpa membuat pasukan terekspos pada ancaman langsung.

Namun, bukan hanya "APC bunuh diri" yang menumpuk di perbatasan Gaza. Menurut Walla News, dalam sepekan terakhir militer Israel telah memindahkan puluhan kendaraan berat ke perbatasan Gaza. Sebagian besar sudah berada di dalam Gaza dan lebih banyak lagi diperkirakan akan masuk dalam beberapa hari mendatang.

"Dalam sepekan terakhir, puluhan kendaraan berat telah dipindahkan ke perbatasan Gaza," tulis Walla. "Sebagian besar sudah berada di dalam Gaza. Lebih banyak lagi diperkirakan akan masuk dalam beberapa hari mendatang."

Seorang sumber militer mengatakan kepada media itu bahwa kendaraan-kendaraan tersebut menunggu perintah untuk melaksanakan misi utama maupun tambahan.

Militer Israel dikabarkan menaruh perhatian besar pada mesin-mesin ini dan sedang berupaya memastikan semuanya dapat beroperasi secara penuh.

Peralatan itu diproduksi di Amerika Serikat dan baru tiba di Israel setelah sempat tertunda oleh pemerintahan Joe Biden. Pengiriman kemudian disetujui pada masa Presiden Donald Trump.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya