Liputan6.com, Washington, D.C. - Insiden viral di texas, Amerika Serikat (AS) memperlihatkan dua sahabat yang nekat bermain tembak-tembakan sungguhan dengan senapan.
Mereka bergantian menembak kepala satu sama lain sambil mengenakan helm anti peluru, hingga berakhir tragis ketika salah satunya tewas tertembak. Kini, sang sahabat didakwa melakukan pembunuhan, dilansir dari Oddity Central, Sabtu (13/9/2025).
Advertisement
Pada 17 Agustus, dua sahabat Sean O’Donnell (37) dan Aaron Prout (34) sedang nongkrong di rumah O’Donnell. Entah apa yang ada di pikiran mereka, keduanya memutuskan bermain permainan konyol nan berbahaya: saling menembak kepala dengan senapan sambil memakai helm anti peluru sebagai pelindung.
Helm yang dipakai merupakan helm tentara modern karena mampu menahan benturan keras, tapi bukan berarti benar-benar tahan peluru. Parahnya lagi, mereka diketahui sudah minum alkohol.
Dengan kondisi mabuk, keduanya bergantian memegang helm di atas kepala, sementara yang lain menembaknya dengan senapan. Cukup meleset beberapa milimeter saja, permainan itu langsung berubah jadi tragedi.
"Sulit dipercaya dua orang yang disebut sahabat nekat saling menembak dengan helm anti peluru di kepala, di dalam rumah, di lingkungan perumahan, dengan menggunakan senapan," tulis Sheriff Harris County, Ed Gonzalez, di X.
Hasil Penyelidikan
Warga Inggris, Aaron Prout, akhirnya terkena peluru di kepala dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.
Awalnya, polisi menduga luka tersebut akibat tembakan dirinya sendiri. Namun penyelidikan membuktikan luka itu berasal dari tembakan O’Donnell saat mencoba mengenai helm anti peluru di atas kepala Prout.
Meski O’Donnell sempat berusaha menutupinya, bukti yang ada tak terbantahkan. Bahkan, keduanya diketahui sempat membagikan video aksi tembak-tembakan itu kepada teman-teman mereka.
Hakim yang menangani kasus ini menjelaskan bahwa awalnya O’Donnell sempat mencoba menutupi kejadian tersebut.
"Hakim mengatakan terdakwa sempat mengaku menembak dirinya sendiri. Tapi ada saksi yang punya video saat terdakwa dan korban saling menembak helm itu. Bahkan teman-teman mereka sudah memperingatkan agar berhenti," ujar hakim dalam sidang.
Ia menambahkan bahwa permainan berbahaya itu berlangsung dalam kondisi mabuk.
"Terdakwa dan sahabatnya bermain-main dengan senjata. Mereka minum alkohol. Mereka menembak helm anti peluru yang dipegang di atas kepala, sampai akhirnya korban terkena peluru tepat di kepala," ucap hakim.
Aaron Prout sebelumnya pernah bertugas di Royal Marines selama 10 tahun sebelum pindah ke Texas. Sementara itu, O’Donnell sudah ditangkap atas tuduhan pembunuhan dengan uang jaminan ditetapkan sebesar USD 3.000 (Rp49 juta).
Tragedi ini jadi pengingat pahit bahwa pepatah lama benar adanya: main permainan bodoh, siap-siap dapat akibat bodoh.