Liputan6.com, Jakarta - Perkembangan pasar mobil listrik di Indonesia, tidak hanya berkembang untuk unit baru. Bahkan, di pasar mobil bekas pun, penjualan roda empat bertenaga baterai ini sudah mulai cukup meningkat.
Seperti dijelaskan Chief Operating Officer Focus Motor Group, Azka, kekhawatiran konsumen terhadap garansi baterai menjadi salah satu hal yang sering dipertanyakan saat membeli mobil listrik bekas.
Advertisement
"Mobil listrik itu mungkin dari awal masih banyak yang takut dari mobil bekas. Karena pertanyaannya itu, adalah ketika beli showroom bekas apakah garansi baterai hilang dan lainnya. Nah, kita udah pelajari, jadi kalau mobil listrik bekas tidak akan menghilangkan garansi asal tidak balik nama," jelas Azka, saat ditemui di bilangan Gading Serpong, Tangerang, belum lama ini.
Azka menambahkan, pihaknya memberikan solusi bagi konsumen yang ingin melakukan balik nama, ketika membeli mobil listrik bekas.
"Kita jual kan masih pake nama sebelumnya. Tapi di sini, kita juga garansi baterai sampai setahun. Jadi, kalau mau balik nama itu kita berikan garansi baterai satu tahun," ujarnya.
Sementara itu, dari segi harga, Azka juga mengatakan, terjadi diferensiasi yang cukup signifikan, antara mobil listrik baru ke bekas. Bahkan, dirinya menyebut, penurunan harga bisa mencapai 40 hingga 50 persen.
"Penjualannya laku ya di sini, tapi dengan harga diferensiasi yang lumayan, bisa 40-50 persen dari mobil baru. Karena kita ikut diskon dari ATPM. Kayak Binguo, dari hampir Rp 400 juta sisa Rp 200 kecil. Kita akan ikuti juga," ungkapnya.
Laris Manis
Meski begitu, penjualan mobil listrik bekas terus menunjukkan tren positif. Azka mengatakan stok kendaraan yang ditawarkan Focus Motor Group, seringkali habis terjual karena harga yang kompetitif.
"Permintaan? Masih belum ada datanya, tapi penjualan mobil listrik naik terus. Karena mobil kita habis terus. Seperti dua bulan lalu kita ada stok BYD Seal, kita ada stok hampir 100 unit, itu habis karena harga sangat menarik," tukasnya.
Namun, terkait dengan pembiayaan dari leasing, untuk mobil listrik memang tidak tersedia. Sehingga, para konsumen yang membeli mobil listrik bekas, biasanya dilakukan secara tunai dan tidak ada yang kredit.