Liputan6.com, Jakarta - Pasukan orange ada di mana-mana, kali ini terlihat di sekitaran Gedung DPR. Bersih-bersih masih menjadi cara yang dilakukannya. Bukan sampah umum di jalan raya, melainkan bambu sisa-sisa tiang bendera.
Pantauan Liputan6.com, ada puluhan pasokan oranye yang menyisir sisi Jalan Gatot Subroto sekitar gedung wakil rakyat. Fokusnya memungut bambu sisa yang sebelumnya digunakan massa buruh saat demo di DPR.
Advertisement
"Iya, kita amanin bambunya, khawatir dipakai lagi sama yang demo," kata salah seorang petugas, usai memindahkan tumpukan bambu, Kamis (28/8/2025).
Dua ratus meter dari pasukan oranye di depan Gerbang Gedung DPR, sejumlah massa aksi dari kelompok mahasiswa mulai bergerak berbondong-bondong. Rombongan datang sekitar pukul 14.00 WIB.
Terpantau hanya sebagian dari massa aksi yang mengenakan almamater biru. Sisanya, terlihat mengenakan pakaian biasa tanpa embel-embel identitas instansi.
Satu jam sebelumnya, massa aksi dari kelompok buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh lebih dahulu membubarkan diri. Alasannya, karena penyampaian aspirasi dirasa sudah cukup.
Massa Buruh Bubar
Sebelumnya, Kelompok buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh pimpinan Said Iqbal telah membubarkan diri. Meski, masih ada sebagian buruh dari kelompok lain yang menetap di depan Gedung DPR.
Kepala Departemen Media dan Komunikasi KSPI, Kahar S. Cahyono mengatakan pihaknya memutuskan menyudahi demo di gedung DPR.
"Aksi selesai, sudah dirasa cukup menyampaikan aspirasinya," kata Kahar saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (28/8/2025).
Bubar Pukul 13.00 WIB
Menurut pantauan di lokasi, buruh kelompok Said Iqbal telah membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi demo sendiri dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Meski bubar, spanduk besar berisi tuntutan buruh masih terpasang di gerbang utama Gedung DPR.
Kahar mengatakan, pembubaran massa buruh dari KSPI dan Partai Buruh bukan berkaitan dengan kekhawatiran terjadinya bentrokan.
"Enggak (karena khawatir bentrok)," Kahar menambahkan.