Kementerian PU Tetap Bangun IKN, Proyek Baru Ditangani Badan Otorita

Beberapa proyek di IKN masih ditangani Kementerian PU. Terutama untuk proyek dengan kontrak multitahun (multiyears contract).

oleh Arief Rahman HDiperbarui 27 Agustus 2025, 15:25 WIB
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti ditemui usai Indonesia Summit 2025, di Jakarta, Rabu (27/8/2025).  Diana menyatakan bahwa Kementerian PU masih ikut terlibat dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti memastikan pihaknya masih ikut terlibat dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). Meski, proyek-proyek baru nantinya akan ditangani oleh Badan Otorita IKN.

Diana memastikan beberapa proyek di IKN masih ditangani Kementerian PU. Terutama untuk proyek dengan kontrak multitahun (multiyears contract). Dia turut membantah Kementerian PU tak lagi menggarap IKN.

"Iya, dilanjut OIKN. Tapi framing-nya itu kan, PU enggak ada lagi, masih ada, 2025 ada, 2026 masih ada," ucap Diana, ditemui usai Indonesia Summit 2025, di Jakarta, Rabu (27/8/2025).

Dia menjelaskan, kontrak multitahun itu tetap digarap Kementerian PU karena ada kaitannya dengan anggaran yang sudah ditetapkan. Misalnya, proyek jalan tol di IKN. Hanya saja, dia tidak akan ikut menggarap proyek baru.

"Kalau itu masih ada MYC (multi years contract), ya masih lanjut, MYC loh ya. Karena MYC itu kan, pendanaannya kan terikat ya. Itu terkait dengan masalah jalan tol dan sebagainya," kata Diana.

"Itu masih ada. Jangan di-framing enggak ada. Tapi memang kita tidak menambah lagi untuk kegiatan-kegiatan baru," sambungnya.

 

Digarap Badan Otorita IKN

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti ditemui usai Indonesia Summit 2025, di Jakarta, Rabu (27/8/2025).  Diana menyatakan bahwa Kementerian PU masih ikut terlibat dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Diana menjelaskan, proyek-proyek baru di IKN akan ditangani oleh Badan Otorita IKN nantinya setelah 2026. Harapannya, proyek itu bisa digarap secara serius oleh Badan Otorita.

"Ya enggak lah. Kita pokoknya melanjutkan pekerjaan yang masih dulu. Kalau yang baru-baru itu nanti dengan otorita IKN, kan sudah ada lembaga sendiri," ucapnya.

"Kalau dulu memang belum ada lembaga sendiri, (digarap) Kementerian PU. Tapi kalau sekarang sudah ada otorita IKN, ya diserahkan. Biar fokus," sambung Diana.

 

Wapres: IKN Tidak Mangkrak

Pernyataan ini untuk menepis kabar yang beredar bahwa proyek IKN bakal dihentikan. Tampak foto udara yang diambil pada 18 Agustus 2025, menunjukkan pemandangan Bandara Internasional Nusantara yang sedang dalam tahap pembangunan, sekitar 23 kilometer sebelah barat daya Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru yang direncanakan, di Kalimantan Timur. (Foto oleh AFP)

Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta warga, khususnya di Mempawah, Kalimantan Barat, tidak mempercayai kabar bohong atau hoaks yang menyebutkan bahwa pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur mangkrak.

Hal itu disampaikan Gibran dalam kunjungan kerjanya untuk menyapa masyarakat Suku Dayak dan Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di Desa Sepang Tokong, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu 23 Agustus 2025.

"Saya yakin Bapak, Ibu semua, warga Dayak, Pasukan Merah, semuanya mendukung pembangunan IKN. Jangan sampai Bapak, Ibu, termakan oleh hoaks, katanya IKN mangkrak, katanya IKN tidak dilanjutkan," kata Gibran dalam sambutannya, seperti dikutip dari Antara.

 

Pembangunan Tak Jawa Sentris

Ia memastikan pembangunannya berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, termasuk pembangunan kawasan yudikatif dan legislatif yang akan segera dikerjakan. Tampak foto udara yang diambil pada 15 Agustus 2025 ini menunjukkan Istana Kepresidenan dan gedung-gedung kementerian pemerintah yang sedang dalam tahap pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), ibu kota baru Indonesia yang direncanakan, di Kalimantan Timur. (Foto oleh AFP)

Gibran menjelaskan bahwa sesuai dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berupaya agar pembangunan tidak melulu berpusat di Pulau Jawa atau Jawa sentris.

Oleh karenanya, pembangunan IKN terus berjalan agar daerah lain mempunyai kekuatan fiskal dan pertumbuhan ekonomi lebih meningkat.

Selain itu, Gibran mengatakan bahwa IKN bukan sekadar membangun Istana Negara dan Istana Presiden, melainkan sebagai simbol pemerataan pembangunan yang tidak lagi Jawa sentris.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya