Pupuk Subsidi Dijamin Tak Langka, Stok Tembus 9,55 Juta Ton

Stok pupuk bersubsidi di 2025 aman. Dengan alokasi 9,55 juta ton senilai Rp 44 Triliun bagi 14,9 juta petani penerima.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 27 Agustus 2025, 13:00 WIB
Sistem distribusi juga menjadi fokus Pupuk Kaltim dalam menjaga ekosistem pertanian di tengah tantangan musim tanam tahun 2021. Tercatat per 19 Maret 2021, sebanyak 210.494 ton stok pupuk telah tersedia di gudang Pupuk Kaltim yang tersebar di sejumlah wilayah.(Liputan6.com/Pool/Pupuk Kaltim)

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Pertanian (Kementan) bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmen menjaga ketersediaan pupuk nasional sebagai salah satu fondasi utama mewujudkan swasembada pangan.

Kapoksi Pupuk Bersubsidi Ditjen PSP Kementan Sry Pujiati menyatakan, stok pupuk bersubsidi di 2025 aman. Dengan alokasi 9,55 juta ton senilai Rp 44 Triliun bagi 14,9 juta petani penerima.

"Kalau ada isu kelangkaan pupuk, itu tidak benar. Stok tersedia, hanya distribusi yang menang dilakukan bertahap. Sistem e-RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok secara elektronik) juga terus diperbaiki agar penyaluran lebih transparan dan tepat sasaran," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (27/2025).

Adapun hingga 25 Agustus 2025, realisasi penyaluran mencapai 4,8 juta ton atau sekitar 59 persen dari total alokasi.

Di sisi lain, Direktur Utama Pupuk Kaltim Gusrizal menyampaikan, hingga semester I 2025, realisasi produksi Pupuk Kaltim mencapai 3,5 juta ton atau 54,5 persen dari target tahunan sebesar 6,43 juta ton.

Produksi tersebut terdiri atas 1,86 juta ton urea, 149 ribu ton pupuk buatan atau NPK, dan 1,49 juta ton amonia.

 

Distribusikan 500 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi

Industri pupuk memegang peranan penting dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia. Ketersediaan pangan nasional dapat terpenuhi melalui peningkatan produksi dan produktivitas tanaman, dan pupuk menjadi faktor kunci keberhasilan ketahanan pangan tersebut. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi oleh Pupuk Kaltim juga diklaim berjalan baik. Dengan realisasi 500 ribu ton yang disalurkan ke wilayah tanggung jawab Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.

"Kami optimistis target produksi tahun ini tercapai. Hal ini wujud nyata kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung swasembada pangan nasional," kata Gusrizal.

Dari kalangan petani, Wakil Sekretaris Jenderal Kelompok Kontak Tani Nasional Andalan KTNA Zulharman Djusman menyampaikan berbagai tantangan di lapangan bagi petani. Mulai dari rantai birokrasi penyaluran pupuk, keterbatasan penyuluh, hingga akses digital di pedesaan.

 

Todong Penguatan Sosialisasi e-RDKK

Pupuk Kaltim. (istimewa)

"Sosialisasi e-RDKK harus terus diperkuat. Banyak petani yang kesulitan karena keterbatasan teknologi dan infrastruktur," pinta dia.

Sementara Ketua Kelompok Subtansi Padi Irigasi dan Rawa, Mochamad Nurhidayat mengatakan, peningkatan produksi pangan nasional juga ditempuh melalui berbagai strategi. Semisal perluasan areal tanam, optimalisasi lahan, penggunaan benih unggul, mekanisasi, serta pemanfaatan pupuk organik.

"Dengan sinergi pemerintah, BUMN, dan petani, seluruh pihak optimistis cita-cita swasembada pangan dapat terwujud. Pemerintah hadir untuk memastikan pupuk tersedia, produksi pangan meningkat, dan petani terlindungi," tuturnya.

Infografis Bahan Pangan Lokal Alternatif yang Belum Populer  (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya