Pemkot Tangsel Dorong Inovasi Layanan Publik, Hadirkan Goes to Campus hingga Ramah Disabilitas

Pemkot Tangsel terus memperkuat transparansi informasi kepada masyarakat melalui berbagai inovasi layanan.

oleh Gilar RamdhaniDiterbitkan 26 Agustus 2025, 17:19 WIB
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan saat melakukan presentasi dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi publik di Kantor Komisi Informasi Banten, Serang, pada Kamis (21/8/2025).

Liputan6.com, Serang Sebagai upaya memperkuat keterbukaan informasi, Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menghadirkan berbagai inovasi layanan yang dapat diakses masyarakat.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan menyatakan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan informasi yang inklusif dan mudah diakses, bahkan dapat dijangkau oleh semua kalangan termasuk penduduk dengan disabilitas.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Pemkot Tangsel mendorong penguatan kelembagaan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sekaligus penyempurnaan layanan berbasis teknologi informasi.

“Pemkot Tangsel terus memperbaiki pengelolaan website, melengkapi sarana informasi, serta memastikan pelayanan publik dapat diakses semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” ujar Pilar saat melakukan presentasi dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi publik di Kantor Komisi Informasi Banten, Serang, pada Kamis (21/8/2025).

Berbagai inovasi telah digulirkan, di antaranya PPID Goes to Campus untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait hak atas informasi publik, serta PPID Goes to Publik dan PPID Corner yang mendekatkan layanan informasi ke masyarakat secara langsung.

Kemudahan Akses Bagi Penyandang Disabilitas

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan saat melakukan presentasi dan monitoring evaluasi keterbukaan informasi publik di Kantor Komisi Informasi Banten, Serang, pada Kamis (21/8/2025).

Pemkot Tangsel juga memberikan perhatian khusus pada kemudahan akses bagi penyandang disabilitas. Sejumlah terobosan disiapkan, antara lain:

  • Buku dan formulir braille untuk layanan informasi publik, termasuk formulir keberatan.
  • Kerja sama dengan Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra).
  • Penyediaan menu aksesibilitas serta fitur text to speech pada website PPID.
  • Fasilitas pelayanan publik ramah difabel, seperti loket khusus di Disdukcapil, akte kelahiran braille, jalur khusus difabel di jalan, hingga akses ramah disabilitas di kawasan wisata.

Langkah tersebut melengkapi penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) PPID yang melayani masyarakat baik secara langsung maupun daring.

"Prinsip kami jelas, pelayanan publik harus dirasakan manfaatnya oleh semua warga. Dengan inovasi berbasis teknologi sekaligus layanan ramah disabilitas, kami ingin Tangsel menjadi kota yang benar-benar inklusif," tambah Pilar.

Melalui berbagai inovasi baru, Pemkot Tangsel menargetkan peningkatan kualitas pelayanan informasi publik sekaligus memperluas keterbukaan akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

(*)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya