6 Pemain yang Memilih Pindah ke Tottenham daripada Arsenal: Eze Berikutnya?

Tottenham Hotspur kini berada di posisi terdepan untuk mendatangkan Eberechi Eze. Hal ini menjadi pukulan bagi Arsenal yang sudah lama mengincar bintang Crystal Palace tersebut.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 20 Agustus 2025, 16:16 WIB
Aksi Eberechi Eze pada laga Chelsea vs Crystal Palace di Stamford Bridge, Minggu (17/8) malam WIB - AP Photo/Dave Shopland

Liputan6.com, Jakarta Tottenham Hotspur kini berada di posisi terdepan untuk mendatangkan Eberechi Eze. Hal ini menjadi pukulan bagi Arsenal yang sudah lama mengincar bintang Crystal Palace tersebut.

Meski belum ada pengumuman resmi, peluang Spurs mendapatkan Eze terlihat semakin besar. Pemain ini dikenal mampu menjadi pembeda bagi klub-klub elite.

Eze bukanlah pemain pertama yang memilih Tottenham daripada Arsenal. Sejumlah nama besar sebelumnya juga membuat keputusan serupa.

Keputusan mereka sering kali mengejutkan para penggemar dan analis. Pilihan ini menunjukkan daya tarik Tottenham yang semakin meningkat di mata pemain.

Berikut ini enam pemain yang paling menonjol karena menolak Arsenal untuk bergabung dengan Spurs. Cerita di balik pilihan mereka pun menarik untuk disimak.


1. Stephen Carr

Gaya kapten dan bek kanan Birmingham City Stephen Carr beraksi dengan bola di laga lanjutan EPL melawan Manchester United di St Andrews Stadium, 9 Januari 2010. AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS

Stephen Carr, lulusan akademi Tottenham Hotspur, mencatat lebih dari 250 penampilan untuk tim utama klub masa kecilnya. Meski begitu, Carr sempat punya pilihan untuk bergabung dengan akademi Arsenal di usia muda.

Carr mengenang masa awal kariernya dengan nostalgia. Ia merasa Spurs lebih hangat dan nyaman dibanding Arsenal meski fasilitas latihan Spurs saat itu jauh lebih sederhana.

Selama 12 tahun berseragam Spurs, Carr menikmati setiap momen. Ia juga menyebut dukungan fans luar biasa dan stadion yang berkualitas membuat pengalaman bermainnya semakin berkesan.


2. Richarlison

Richarlison (Tottenham Hotspur) merayakan gol kedua timnya dalam laga Liga Primer Inggris melawan Burnley di Tottenham Hotspur Stadium, London, 16 Agustus 2025. (Adam Davy/PA via AP)

Richarlison sempat menjadi incaran Arsenal pada musim panas 2022. Saat itu, ia dianggap sebagai salah satu striker terbaik di luar enam klub besar Premier League.

Tottenham justru bergerak lebih cepat dan menyelesaikan transfer lebih dulu. Richarlison mengaku Spurs membayar biaya transfer dengan cepat, sementara Arsenal hanya melakukan pendekatan ke Everton.

Panggilan dari Antonio Conte juga jadi faktor penting keputusan Richarlison. Sementara itu, Arsenal memilih untuk merekrut Gabriel Jesus, rekan setim Richarlison di Brasil.


3. Benoit Assou-Ekotto

5. Benoit Assou-Ekotto - Mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut secara jujur mengakui berkarier di sepak bola hanyalah mencari uang. Ia menuturkan sepak bola sekarang lebih baik dijadikan pekerjaan karena hanya bertahan 10 tahun. (AFP/Javier Soriano)

Benoit Assou-Ekotto menjelaskan alasan memilih Tottenham ketimbang Arsenal. Ia mengaku tidak ingin tinggal di hotel sebelum setiap pertandingan, sesuatu yang dilakukan Arsenal.

Menurut Assou-Ekotto, Tottenham tidak memberlakukan aturan tersebut. Hal itu membuatnya nyaman untuk bergabung dengan Spurs dan tetap memiliki kehidupan pribadi.

Lanjut Baca:

Selain itu, Arsenal saat itu bermain di kompetisi Eropa sehingga sering jauh dari rumah. Assou-Ekotto merasa Tottenham lebih cocok dengan gaya hidupnya di luar lapangan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya