Waspada! Ini Kumpulan Hoaks Peristiwa di Jakarta yang Pernah Viral, Simak Daftarnya

Kenali dan hindari! Simak kumpulan hoaks peristiwa di Jakarta yang kerap beredar di media sosial dan aplikasi pesan, agar Anda tidak terjebak informasi palsu.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 07 Agustus 2025, 09:00 WIB
Penelusuran klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta.

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran informasi palsu atau hoaks menjadi tantangan serius di era digital, dan Jakarta sebagai ibu kota tidak luput dari fenomena ini. 

Berbagai jenis hoaks seringkali menyebar dengan cepat melalui platform media sosial dan aplikasi percakapan, menjangkau jutaan pengguna dalam hitungan detik. Informasi menyesatkan ini mencakup beragam topik, mulai dari isu bencana alam, kebijakan pemerintah, hingga dinamika sosial yang terjadi di masyarakat.

Berikut adalah kumpulan hoaks peristiwa di Jakarta yang telah berhasil diklarifikasi:

1. Cek Fakta: Hoaks Ratusan Anak Terinfeksi Difteri Akibat Jajanan Cabe Kering Terkontaminasi Kencing Tikus di Jakarta

Beredar di media sosial postingan pesan berantai ratusan anak terinfeksi difteri dan ada yang meninggal dunia karena jajanan cabe kering terkontaminasi kencing tikus di DKI Jakarta. Postingan itu beredar sejak pekan lalu.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 29 Juli 2025.

Berikut isi postingannya:

"Di DKI Jakarta, dan Jabar ada 600 orang yang tertular. RS penuh dengan anak2 yang terinfeksi Difteri. Jumlah yang meninggal sudah 38 orang. Jadi ini kejadian luar biasa. Dinkes DKI Jakarta mengadakan imunisasi masal sd tgl 11 Des 2025. Target imunisasi usia 1 sd 19 tahun.

Hati2 jangan jajan yang pakai cabe bubuk, Jangan jajan yang pakaivcabe kering seperti cabe di tahu bulat, otak2, dsb. pokoknya jangan pakai cabe bumbu kering. Karena penuh penyakit dari kencing tikus, kasusnya banyak yang meninggal karena penyakit difteri...

PERHATIAN

Untuk kita2 yang keluarga atau putra putrinya suka mengkonsumsi jajanan dengan menggunakan bumbu tabur (terutama yg mengandung cabe kering) spt... cilok, tahu crispy, singkong goreng atau yg lain, silahy dievaluasi kembali.

Mengapa? Di pabrik cabe tabur, tampak bahan cabe kering ditimbun di gudang tidak peduli dijadikan sarang tikus. Tentu saja KENCING TIKUS akan tercecer disana dan membahayakan. Mari kita jaga keluarga kita.

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

• Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

• Demam dan menggigil.

• Sakit tenggorokan dan suara serak.

• Sulit bernapas atau napas yang cepat.

• Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

• Lemas dan lelah.

• Pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.

DIHIMBAU UTK HATI2 saat ini DIFTERI sudah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), jadi kalau tidak terpaksa betul, jangan jajan diluar ya. Tolong disampaikan pada semua keluarga dekat. Penularan melalui droplet seperti dari ludah, batuk, dll seperti penularan TBC.

Jadi hindari tempat2 keramaian seperti tempat2 rekreasi dll ini khusus warga Jakarta, Jawa Barat dan sekitarnya.

Info: Dinkes DKI Jakarta. Silahkan share."

Lalu benarkah postingan pesan berantai ratusan anak terinfeksi difteri dan ada yang meninggal dunia karena jajanan cabe kering terkontaminasi kencing tikus di DKI Jakarta? Simak dalam artikel berikut ini...

2.  Cek Fakta: Video Ular Makan Perempuan Ini Bukan di Citraland Jakarta

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta, informasi tersebut tersebar diaplikasi percakapan WhatsApp.

Klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta menampilkan seekor ular berukuran besar yang berada di dalam saluran air, kemudian dikeluarkan seorang berbaju biru.

Video berikutnya menampilkan sejumlah orang sedang berkerumun dan membuka isi perut ular yang di dalamnya terdapat benda berwarna merah tua.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Ular makan anak cewek remaja di Citralend, Jakarta Barat,orang tua harus waspada dan warga selalu membersihkan selokan apalahi selokan yang tertutup berpotensi tampat luar sembunyi."

Benarkah klaim video ular memakan perempuan di Citraland Jakarta? Simak dalam artikel berikut ini...

3. Cek Fakta: Hoaks 25 Ruas Jalan di Jakarta Bakal Kena Tarif pada Mei 2025

Kabar tentang 25 ruas jalan di Jakarta bakal dikenakan tarif beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 7 Mei 2025.

Akun Facebook tersebut mengunggah poster berisi pengumuman bahwa 25 ruas jalan di Jakarta bakal dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 hingga Rp 19.900 untuk setiap kendaraan yang melintas.

"Dinas Perhubungan DKI Jakarta bakal terapkan jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) di sejumlah ruas jalan protokol Ibu Kota," demikian narasi dalam poster tersebut.

Dalam poster itu juga terdapat daftar 25 ruas jalan yang disebut-sebut bakal dikenakan tarif. Berikut rinciannya.

  • Jalan Pintu Besar Selatan
  • Jalan Gajah Mada
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Hayam Wuruk
  • Jalan Majapahit
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Jalan Sisingamaraja
  • Jalan Panglima Polim
  • Jalan Fatmawati
  • Jalan Suryopranoto
  • Jalan Balikpapan
  • Jalan Kyai Caringin
  • Jalan Tomang Raya
  • Jalan Jenderal S Parman
  • Jalan Gatot Subroto
  • Jalan MT Haryono
  • Jalan DI Panjaitan
  • Jalan Jenderal A Yani
  • Jalan Pramuka
  • Jalan Salemba Raya
  • Jalan Kramat Raya
  • Jalan Pasar Senen
  • Jalan Gunung Sahari
  • Jalan HR Rasuna Said

"Lagi BU ... Buat bayar ormas..." tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 12 kali direspons dan mendapat 32 komentar dari warganet.

Benarkah 25 ruas jalan di Jakarta bakal dikenakan tarif pada awal Mei 2025? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya