Liputan6.com, Jakarta Ketua MPR RI ke-15 sekaligus Anggota DPR RI dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, kembali mengajak para influencer otomotif dari berbagai platform seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube untuk ikut berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata Indonesia. Di bawah arahannya, IMI aktif mendorong pengembangan sport automotive tourism sebuah konsep kegiatan yang memadukan semangat berkendara dengan promosi wisata, edukasi lalu lintas, serta penguatan solidaritas antar komunitas otomotif di Tanah Air.
“Touring bukan sekadar perjalanan. Tetapi juga panggung berjalan yang membawa cerita, semangat, dan keindahan Indonesia ke hadapan dunia. Melalui kegiatan touring, kita bisa mempromosikan pariwisata, membangun edukasi berkendara yang aman, serta menciptakan interaksi sosial lintas komunitas,” ujar Bamsoet saat menerima kunjungan tim komunitas influencer The Hunters Touring di Kantor Pusat IMI, GBK Senayan, Kamis (31/7/25).
Advertisement
Hadir dalam pertemuan tersebut sejumlah pengurus IMI Pusat seperti Wakil Ketua Umum M. Riyanto, Bendahara Umum Jeffrey JP, serta Kepala Komunikasi dan Media Dwi Nugroho Marsudianto.
Sementara, tim The Hunters Touring hadir Bobby Tria Sanjaya, Saifudin Yusuf, Ricardo Prambudi, Dava Rayhan Putra, Sugeng Parulian Situngkir, Yodi Widiansia, Ilyas Ilyasa, Harry Affandy, Beni Amanizar, Asep, Ali Akbar, Wasa Wirman, Dandi Malik, Steve Jourdan, Briano Kawenang, Irwan Cipto dan Sonny Yulisman.
Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini memaparkan, berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), potensi wisata berbasis otomotif di Indonesia masih sangat terbuka lebar. Sepanjang tahun 2023, tercatat lebih dari 1.200 kegiatan touring dan event otomotif digelar, menyumbang perputaran ekonomi lebih dari Rp 1,2 triliun, baik dari sisi konsumsi lokal, akomodasi, hingga jasa dokumentasi digital. Angka ini diproyeksikan tumbuh 15–20 persen pada 2025 seiring meningkatnya minat publik dan dukungan dari banyak pihak.
"Di era digital saat ini, setiap perjalanan touring dapat dikemas secara profesional dan terdokumentasi dengan baik. Video sinematik, konten reels, foto berkualitas tinggi, hingga jurnal perjalanan bisa ditayangkan di kanal media sosial dan platform digital, seperti YouTube, TikTok, dan Instagram. Langkah ini memastikan bahwa kegiatan touring bukan hanya dinikmati peserta secara langsung, tetapi juga menjangkau jutaan netizen di dalam dan luar negeri," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan, touring juga menjadi media pendidikan yang efektif. Lewat pendekatan langsung, para peserta belajar tentang pentingnya keselamatan berkendara, penggunaan perlengkapan standar, hingga pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas. Hal ini penting di tengah meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan roda dua dan empat.
“Melalui touring juga dapat mempererat ikatan sosial. Di sana kita diajarkan toleransi, disiplin, dan kepedulian. Touring mengasah bukan hanya skill, tapi juga mental dan etika berkendara. Kita ingin generasi muda tumbuh sebagai rider dan driver yang tidak hanya tangguh, tapi juga bertanggung jawab,” pungkas Bamsoet.