Paus Leo XIV dan PM Israel Teleponan, Bahas Apa?

Patriarkat Latin Yerusalem menyerukan kepada para pemimpin untuk menyuarakan sikap mereka dan melakukan segala yang diperlukan guna menghentikan tragedi, yang secara kemanusiaan dan moral tidak dapat dibenarkan.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 20 Juli 2025, 08:13 WIB
Patriarkat Latin Yerusalem, yang memiliki yurisdiksi atas umat Katolik ritus Latin di Gaza, mengatakan bahwa Gereja Keluarga Kudus diserang oleh Israel pada Kamis 17 Juli 2025 pagi waktu setempat. (Omar AL-QATTAA/AFP)

Liputan6.com, Vatican City - Di tengah gejolak yang terus berlangsung, Paus Leo XIV dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara melalui sambungan telepon pada Jumat (18/7/2025).

Menurut Kantor Pers Takhta Suci, Paus Leo XIV kembali menekankan perlunya negosiasi dan gencatan senjata di Gaza.

"Pagi ini, dari kediamannya di Castel Gandolfo, Yang Mulia Paus Leo XIV berbicara melalui telepon dengan Yang Mulia Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, menyusul serangan militer kemarin oleh tentara Israel yang menghantam Gereja Keluarga Kudus di Gaza, menewaskan tiga orang dan melukai lainnya, termasuk beberapa luka berat," demikian pernyataan dari Kantor Pers Takhta Suci seperti dilansir Vatican News.

"Selama percakapan tersebut, Bapa Suci kembali menyerukan upaya baru untuk negosiasi, gencatan senjata, dan diakhirinya perang."

Lebih lanjut, pernyataan itu menambahkan bahwa Paus Leo XIV kembali menyampaikan keprihatinannya atas situasi kemanusiaan yang tragis yang dialami penduduk Gaza, di mana anak-anak, lansia, dan orang-orang sakit menanggung penderitaan yang luar biasa.

Terakhir, Bapa Suci menegaskan kembali pentingnya perlindungan tempat-tempat ibadah dan, secara khusus, perlindungan bagi umat beriman serta semua orang di Palestina dan Israel.

Gereja Keluarga Kudus, satu-satunya gereja Katolik di Gaza, menjadi sasaran serangan Israel pada Kamis (17/7) pagi, yang mengakibatkan tiga orang tewas dan 10 lainnya terluka, termasuk pastor paroki, Pastor Gabriel Romanelli.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya