Liputan6.com, Jakarta - Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, mengeluarkan peringatan tegas setelah namanya dituduh terlibat dalam penipuan oleh seorang pengguna internet. Ia menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan menyesalkan bahwa informasi keliru ini telah menyebar luas.
Dikutip dari cryptopotato, Kamis (17/7/2025), insiden ini bermula ketika seseorang bernama Robin Engraf mengirim email kepada Hoskinson, menuduh salah satu karyawan Input Output, Gabriel Martin, telah menggelapkan dana dengan berpura-pura melakukan penarikan dana lewat aktivitas perdagangan.
Advertisement
Engraf mengaku memiliki bukti berupa riwayat percakapan dan catatan bank, dan bahkan mengklaim sudah melaporkan kasus ini ke otoritas AS.
Menanggapi tuduhan tersebut, Hoskinson menjawab sinis, “Apakah ada yang ingin memberi tahu Robin bahwa ia telah ditipu oleh seseorang di internet, dan kini menyalahkan perusahaan bernilai miliaran dolar atas kecerobohan dan kebodohannya?”
Hoskinson menekankan bahwa kasus seperti ini bukan hal baru. Ia menyayangkan betapa mudahnya orang tertipu oleh skema cepat kaya, lalu panik dan mencari kambing hitam ketika kenyataan tidak sesuai harapan.
“Selama hampir 10 tahun, saya melihat penipuan peniruan identitas seperti ini terus terjadi,” ujarnya.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Puluhan Ribu Email
Ia menambahkan bahwa telah menerima puluhan ribu email serupa dengan pola yang sama: korban mengirimkan uang ke orang asing yang menjanjikan keuntungan besar atau akses eksklusif, dan saat sadar ditipu, mereka justru menyerang tokoh publik terkenal.
Hoskinson juga menyoroti kurangnya tanggung jawab pribadi dalam kasus-kasus seperti ini. Menurutnya, banyak orang enggan mengakui kesalahan dan justru marah ketika menyadari telah dimanfaatkan karena tergoda sesuatu yang "terlalu indah untuk jadi kenyataan."
Ia bahkan mempertanyakan, apakah Robin atau orang-orang dalam posisi serupa akan pernah mengakui kesalahan atau meminta maaf karena telah menuduh dirinya dan perusahaannya menerima uang hasil penipuan.
“Satu-satunya pencegah adalah rasa malu di ruang publik,” tegas Hoskinson. Ia mengaku kesal karena kerap dijadikan kambing hitam oleh penipuan online selama bertahun-tahun.
Terlalu Bagus untuk Jadi Kenyataan
Ia menutup dengan peringatan keras namun penting:
“Tertipu oleh skema peniruan identitas yang terang-terangan bukanlah alasan untuk mencemarkan nama baik. Jika sesuatu terdengar terlalu bagus untuk jadi kenyataan, kemungkinan besar memang begitu," jelas dia.