Liputan6.com, Jakarta - Harga Bitcoin telah melonjak hingga 590.000% sejak 2012, menandai perjalanan luar biasa aset kripto ini dari harga sekitar USD 20 (sekitar Rp 325.360) menjadi lebih dari USD 123.000 (sekitar Rp 2 miliar) per koin hari ini.
Lonjakan besar harga Bitcoin ini ini kembali menjadi sorotan setelah jurnalis dan sejarawan Bitcoin, Pete Rizzo, membagikan kembali kisah awal Bitcoin di media sosial.
Advertisement
Dikutip dari U.Today, Rabu (16/7/2025), salah satu momen menarik yang ia bagikan adalah video lama dari YouTuber Molly Templeton tahun 2012. Dalam video tersebut, Molly menjelaskan kepada publik bahwa meskipun satu Bitcoin saat itu hanya setara USD 20, nilai mata uang kripto ini bisa tetap bertahan jika dolar AS melemah karena inflasi.
Ia juga menyampaikan bahwa uang bukan semata-mata soal kertas, emas, atau angka digital.
“Uang adalah soal kepercayaan terhadap suatu sistem—entah itu Bumi, pemerintah, atau internet,” kata Molly.
“Pertanyaannya, kepada siapa Anda percaya?”
Ditinggal Satoshi, Tapi Komunitas Makin Kuat
Tahun 2012 juga menjadi dua tahun sejak pencipta misterius Bitcoin, Satoshi Nakamoto, menghilang dari ruang publik dan menyerahkan proyek ini kepada komunitas global. Sejak saat itu, Bitcoin tumbuh sebagai aset digital utama yang terus diperkuat oleh komunitasnya.
Pete Rizzo menyoroti bahwa lonjakan harga Bitcoin selama ini juga didorong oleh semakin besarnya kepercayaan institusi, khususnya setelah peluncuran ETF Bitcoin spot. Salah satu pencapaian terbaru adalah arus masuk investasi sebesar USD 1,18 miliar (sekitar Rp 19,2 triliun) dalam satu hari—yang terbesar kedua sepanjang sejarah.
Bitcoin Semakin Langka
Selain permintaan tinggi, kelangkaan juga membuat harga Bitcoin terus naik. Setiap empat tahun, jumlah Bitcoin baru yang bisa ditambang dipotong setengahnya dalam proses yang disebut halving. Halving terakhir terjadi pada 20 April 2024, dan saat ini lebih dari 19 juta dari total 21 juta Bitcoin telah ditambang.
Kiyosaki: Bitcoin Bisa Tembus Rp 16 Miliar
Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, juga ikut memberi prediksi berani. Lewat unggahan terbarunya di media sosial, Kiyosaki memperkirakan harga Bitcoin bisa mencapai USD 200.000 (sekitar Rp 3,25 miliar) dalam waktu dekat, bahkan berpotensi naik ke USD 1.000.000 (sekitar Rp 16,26 miliar) di masa depan.
Ia mengaku akan terus membeli Bitcoin, termasuk satu koin lagi dalam waktu dekat, sambil memantau arah perekonomian Amerika Serikat.