Kurs Dolar AS Hari Ini 11 Juli 2025: Rupiah Loyo

Rupiah turun sebesar 4 poin atau 0,2 persen menjadi Rp16.228 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.224 per dolar AS.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiterbitkan 11 Juli 2025, 10:45 WIB
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Liputan6.com, Jakarta Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.228 per Dolar ASNilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Jumat pagi, 11 Juli 2025. Rupiah turun sebesar 4 poin atau 0,2 persen menjadi Rp16.228 per dolar AS, dari posisi sebelumnya di Rp16.224 per dolar AS.

Melemahnya rupiah terjadi di tengah tekanan global, terutama dari kebijakan dagang Amerika Serikat yang baru-baru ini diumumkan.

Sentimen Negatif dari Kebijakan Tarif Trump

Pelemahan rupiah terjadi seiring pengumuman terbaru Presiden AS Donald Trump yang mengenakan tarif impor sebesar 20 hingga 40 persen untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia. Mulai 1 Agustus, barang dari Indonesia akan dikenai tarif sebesar 32 persen.

“Pengumuman terbaru tarif Trump masih memberikan sentimen negatif ke aset berisiko,” ujar Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston, dikutip dari ANTARA di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Kebijakan tarif ini dianggap memicu kekhawatiran pasar global dan membuat investor beralih ke aset aman, sehingga mendorong penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

 

Data Ekonomi AS Dukung Penguatan Dolar

Pegawai memperlihatkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Mengutip data Bloomberg pukul 15.00 WIB, rupiah ditutup turun 0,22 persen atau 34 poin ke Rp15.616,5 per dolar AS. Hal tersebut terjadi di tengah penguatan indeks dolar AS 0,16 persen ke 104,41. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain sentimen dari kebijakan tarif, penguatan dolar AS juga didorong oleh data ekonomi AS yang positif. Klaim tunjangan pengangguran mingguan yang dirilis semalam tercatat lebih baik dari proyeksi pasar, yaitu 227 ribu dibanding perkiraan 236 ribu. Hal ini menunjukkan berkurangnya angka pengangguran dan memperkuat optimisme terhadap perekonomian AS.

“Rupiah masih berkonsolidasi terhadap dolar AS hari ini, masih berpeluang balik lagi melemah ke arah Rp16.300, 'support' di sekitar 16.200. Indeks dollar AS masih menunjukkan kenaikan pagi ini meskipun tidak besar, dari kisaran 97.50 ke 97.80,” ungkap Ariston.

Dengan kombinasi tekanan dari kebijakan proteksionisme AS dan data ekonomi yang solid, nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan dalam waktu dekat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya