Liputan6.com, Jakarta - Bitcoin, sebagai kripto jajaran teratas, telah menarik perhatian besar dari investor dan pengamat pasar di seluruh dunia. Salah satu aspek paling menarik dari Bitcoin adalah fluktuasi harganya yang signifikan. Beberapa faktor utama memengaruhi harga Bitcoin, termasuk kelangkaan dan volatilitasnya.
Seiring hal itu, berikut pergerakan harga bitcoin pada awal pekan ini. Harga bitcoin bergerak di zona hijau pada perdagangan Senin, (7/7/2025). Harga bitcoin (BTC) masih di atas USD 100.000.
Advertisement
Mengutip data coinmarketcap, harga bitcoin (BTC) melambung 0,65% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga bitcoin naik 1,04%. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 108.762,82 atau Rp 1,76 miliar (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.249).
Penguatan harga bitcoin ini juga diikuti harga Ethereum (ETH). Harga ETH meroket 2,04% dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan terakhir, harga ETH melonjak 4,33%. Kini, harga ETH berada di posisi USD 2.563,30 atau Rp 41,64 juta.
Harga kripto hari ini yakni seperti stablecoin tether (USDT) melemah 0,01% dalam 24 jam terakhir. Harga USDT turun 0,01% selama sepekan terakhir. Harga USDT berada di posisi USD 1,00. Sementara itu, harga USDC bergerak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Sepekan terakhir, harga USDC berada di zona hijau. Harga USDC berada di posisi USD 0,9999.
Kelangkaan Bitcoin: Penggerak Harga Utama
Artikel ini akan membahas faktor-faktor utama yang memengaruhi harga Bitcoin, dengan fokus pada kelangkaan pasokan dan volatilitas pasar.
Dengan memahami faktor-faktor ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan terinformasi sebelum berinvestasi dalam Bitcoin.
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga Bitcoin adalah kelangkaannya. Pasokan Bitcoin dibatasi hingga 21 juta koin, menjadikannya aset digital yang langka. Kelangkaan ini mirip dengan logam mulia seperti emas, yang juga memiliki pasokan terbatas.
Dengan pasokan yang terbatas, permintaan yang terus meningkat dapat mendorong harga Bitcoin lebih tinggi. Hal ini karena semakin banyak orang ingin memiliki sebagian dari aset yang langka, sementara jumlah yang tersedia tetap terbatas.
Kelangkaan Bitcoin adalah salah satu alasan utama mengapa banyak investor melihatnya sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Mereka percaya bahwa seiring waktu, nilai Bitcoin akan terus meningkat karena pasokannya yang terbatas dan permintaannya yang terus bertambah.
Volatilitas Bitcoin: Peluang dan Risiko
Selain kelangkaan, volatilitas juga merupakan faktor penting yang memengaruhi harga Bitcoin. Bitcoin dikenal sangat volatile, artinya harganya dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat.
Volatilitas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti sentimen pasar, regulasi pemerintah, dan berita ekonomi global. Sentimen pasar dapat berubah dengan cepat berdasarkan berita dan rumor, yang dapat menyebabkan fluktuasi harga yang signifikan.
Volatilitas Bitcoin dapat memberikan peluang keuntungan yang besar bagi para trader yang terampil. Namun, volatilitas juga membawa risiko kerugian yang signifikan. Investor harus berhati-hati dan mempertimbangkan risiko ini sebelum berinvestasi dalam Bitcoin.
Tips untuk Investor Bitcoin
Bagi investor yang tertarik untuk berinvestasi dalam Bitcoin, ada beberapa tips yang perlu diingat. Pertama, selalu lakukan riset yang mendalam sebelum berinvestasi. Pahami faktor-faktor yang memengaruhi harga Bitcoin dan risiko yang terlibat.
Kedua, diversifikasi portofolio investasi Anda. Jangan menaruh semua uang Anda dalam satu aset, termasuk Bitcoin. Diversifikasi dapat membantu mengurangi risiko kerugian.
Ketiga, konsultasikan dengan penasihat keuangan jika diperlukan. Penasihat keuangan dapat membantu memahami risiko dan peluang investasi Bitcoin, serta memberikan saran yang sesuai dengan situasi keuangan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.