Harga Kripto 2 Juli 2025: Bitcoin hingga Dogecoin Kompak Melemah

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin anjlok 1,41 persen dalam 24 jam dan 0,35 persen sepekan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 02 Juli 2025, 08:00 WIB
Ilustrasi kripto. (Foto by AI)

Liputan6.com, Jakarta Harga Bitcoin dan kripto teratas lainnya terpantau alami pergerakan yang seragam pada Rabu (2/7/2025) pukul 06.30 WIB. Mayoritas harga kripto hari ini jajaran teratas terpantau kembali berada di zona merah.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) kembali melemah. Bitcoin anjlok 1,41 persen dalam 24 jam dan 0,35 persen sepekan. 

Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 105.625 per koin atau setara Rp 1,71 miliar (asumsi kurs Rp 16.203 per dolar AS). 

Ethereum (ETH) turut melemah. ETH merosot 4,94 persen sehari terakhir dan 4,31 persen sepekan. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level Rp 38,1 juta per koin. 

Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) turut melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB turun 3,34 persen dan 2,20 persen sepekan. Hal itu membuat BNB dibanderol dengan harga Rp 10,2 juta per koin. 

Kemudian Cardano (ADA) kembali berada di zona merah. ADA anjlok 6,90 persen dalam sehari dan 10,10 persen sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level Rp 8.601 per koin.

Adapun Solana (SOL) kembali terkoreksi. SOL ambles 6,76 persen dalam sehari dan 1,98 persen sepekan. Saat ini, harga SOL berada di level Rp 2,33 juta per koin. 

XRP kembali berada di zona merah. XRP melemah 4,64 persen dan 3,46 persen sepekan. Dengan begitu, XRP kini dibanderol seharga Rp 34.453 per koin. 

Koin Meme Dogecoin

Koin Meme Dogecoin (DOGE) kembali lesu. Dalam satu hari terakhir DOGE turun 6,15 persen dan 7,28 persen sepekan. Ini membuat DOGE diperdagangkan di level Rp 2.503 per token.

Stablecoin Tether (USDT) dan USD coin (USDC), pada hari ini masih stabil. Harga keduanya masih berada di level USD 1,00, keduanya melemah masing-masing 0,01 persen dan 0,02 persen.

Adapun untuk keseluruhan kapitalisasi pasar kripto hari ini berada di level USD 3,24 triliun atau setara Rp 52.572 triliun, melemah sekitar 1,98 persen dalam sehari terakhir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Semester II 2025 jadi Momen Krusial Industri Kripto

Ilustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Menyambut semester kedua 2025, platform perdagangan aset kripto Upbit Indonesia membagikan pandangannya terkait perkembangan dan potensi industri kripto di Indonesia dan global. 

Di tengah dinamika regulasi dan kemajuan teknologi, Upbit melihat sejumlah faktor penting yang akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri ini.

Chief Operating Officer (COO) Upbit Indonesia, Resna Raniadi mengungkapkan paruh kedua 2025 akan menjadi momen krusial untuk menguji ketahanan dan potensi industri aset digital.

"Kami melihat sejumlah sinyal positif dari sisi adopsi institusional, penggunaan blockchain di aset dunia nyata, hingga ekspansi aplikasi Web3 di berbagai sektor,” ujar Resna dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Sabtu (28/6/2025). 

Setelah melalui semester pertama yang penuh dengan perkembangan signifikan dan optimisme pasar, Resna mengatakan, pelaku industri dan investor kini menatap semester kedua 2025 dengan ekspektasi baru. 

 

Pendorong Utama

Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Resna membeberkan tiga pendorong utama potensi pasar kripto pada paruh kedua 2025. Pertama, adalah meningkatnya keterlibatan institusi keuangan global dalam aset kripto. 

Melalui produk-produk seperti ETF berbasis kripto dan tokenisasi aset tradisional, institusi tidak hanya menjadi katalis pertumbuhan volume transaksi, tetapi juga menjadi sumber validasi yang penting bagi investor ritel.

Pendorong kedua, adalah meningkatnya penggunaan Blockchain untuk Real-World Assets (RWA).Resna menyebut, adopsi blockchain kini tidak lagi terbatas pada sektor keuangan digital semata. 

"Penggunaan teknologi ini untuk merepresentasikan aset fisik seperti properti, surat utang, dan komoditas menghadirkan cara baru dalam mengelola dan memperdagangkan aset secara transparan, efisien, dan tanpa batas geografis,” papar Resna.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya