Liputan6.com, Jakarta - Rasanya semua orang pasti pernah mengalami hal ini. Ketika di malam hari, Anda menyetel alarm untuk bangun keesokan paginya, misalnya di pukul 5.30 pagi. Namun, entah kenapa Anda bisa terbangun pada pukul 5.28 pagi dan akhirnya merasa kesal sendiri.
Sebab, Anda merasa ada dua menit tambahan waktu tidur yang mungkin sangat berharga. Atau Anda justru merasa memiliki kekuatan supernatural karena hal ini?
Advertisement
Rupanya, ada alasan tersembunyi di balik hal tersebut, lho.
Melansir dari Real Simple, Senin (30/6/2025), ada seorang dokter spesialis tidur yang akan menjelaskan tetang apa yang sebenarnya terjadi saat kita bangun tepat sebelum alarm bangun pagi berbunyi.
Setidaknya ada tiga alasan di balik itu semua. Jadi, Anda tidak perlu merasa khawatir dan bingung lagi. Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini:
1. Memiliki jadwal tidur yang sehat
Selamat—Anda mungkin terbangun tepat sebelum alarm berbunyi karena Anda sudah memiliki rutinitas tidur yang baik.
"Jika Anda tidur pada waktu yang sama setiap malam, tidur setidaknya tujuh jam, dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi dengan perasaan segar, maka tubuh Anda selaras dengan ritme sirkadiannya," kata Andrea Matsumura, MD, yang mengkhususkan diri dalam pengobatan internal dan pengobatan tidur.
Ritme sirkadian kita, yang digambarkan sebagai jam internal kita selama 24 jam, memberi tahu tubuh kita kapan harus tidur dan kapan harus bangun. Ritme ini sebagian dikendalikan oleh bagian otak yang sensitif terhadap isyarat eksternal, seperti terang dan gelap.
"Saat hari mulai gelap, melatonin dilepaskan, yang membuat kita tertidur. Cahaya—seperti sinar matahari yang masuk melalui tirai—memicu siklus bangun sirkadian Anda sepanjang hari," jelas Matsumura.
2. Merasa stres saat bangun tidur
Anda mungkin sangat gugup saat harus tidur saat alarm berbunyi—misalnya, Anda harus mengejar pesawat atau menghadiri rapat pagi—sehingga tubuhmu membangunkan Anda sebelum waktunya.
"Saat tubuh mengantisipasi bangun lebih awal, tubuh dapat melepaskan hormon stres seperti kortisol dan ACTH sebagai persiapan untuk hari itu, bahkan sebelum alarm berbunyi," kata Matsumura.
Dalam kasus ini, Anda mungkin terbangun sebentar di malam hari, bukan hanya beberapa menit sebelum alarm berbunyi, meskipun Anda mungkin tidak ingat pernah melakukannya.
Jika hal ini terjadi pada Anda secara teratur dan Anda selalu bangun dengan cemas dan kepala pusing, ritme sirkadian Anda mungkin tidak teratur.
"Saat seseorang suka begadang dan tidur setelah tengah malam, misalnya, tetapi harus bangun untuk bekerja pukul 6 pagi, mereka akan mengembangkan kewaspadaan berlebihan saat tidur dan merasa seperti tidur dengan satu mata terbuka," kata Matsumura.
3. Sudah membayangkan akan bangun di jam tersebut
Beberapa orang mungkin dapat memaksa diri mereka sendiri untuk bangun pada waktu tertentu, kata Matsumura. Ya, hal ini mungkin terdengar aneh karena bagaimana Anda bisa "memanifestasi" waktu bangun keesokan harinya?
"Ada penelitian neurosains di balik perwujudan dan kekuatan persuasi. Kita melihatnya sepanjang waktu pada atlet. Mereka telah melatih otak mereka untuk memvisualisasikan hasil di lapangan, misalnya, dan mewujudkannya. Jadi, mungkin saja orang dapat mengembangkan kemampuan untuk bangun pada waktu tertentu tanpa menggunakan jam alarm," jelasnya.
Bagaimana tepatnya kita dapat melatih diri kita untuk bangun saat kita memilih?
"Saya tidak tahu. Itu belum diteliti. Namun, kita dapat memperkirakan bahwa kekuatan perwujudan dapat membantu kita menyesuaikan waktu tidur, selama itu sejalan dengan ritme sirkadian kita," kata Matsumura.
Cobalah menetapkan niat malam ini dan lihat apa yang terjadi! Akan tetapi, Anda tetap harus memasang alarm untuk berjaga-jaga, ya.