Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pencemaran Sungai Citarum di daerah Karawang. Pemerintah provinsi diklaim akan menindak tegas siapa pun yang terbukti melanggar pengelolaan limbah yang membahayakan lingkungan.
“(Pencemaran) berakibat pada kematian ikan di Sungai Citarum dan sungainya berubah menjadi membiru,” kata Dedi Mulyadi, Selasa, 24 Juni 2025.
Advertisement
Dia mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat tengah mengidentifikasi kondisi sungai saat ini. Tim DLH tengah mengumpulkan bukti-bukti dugaan pencemaran itu.
“Sudah mengidentifikasi, sekarang sedang melaksanakan penelitian untuk mengumpulkan bukti-bukti,” tegas Dedi.
Dedi mengaku sudah meminta DLH untuk memproses kejadian ini secara serius dan tegas, termasuk memberikan sanksi kepada pihak perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran tersebut. Ia berjanji tidak akan kompromi dengan perusak lingkungan.
“Mohon tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang berdampak pada kerusakan lingkungan, dan saya katakan, saya tidak akan kompromi pada siapa pun. Mari kita jaga lingkungan untuk kepentingan bersama,” katanya.
Ironi Hari Lingkungan Hidup
Video yang memperlihatkan air Sungai Citarum tercemar sehingga berbuah warna menjadi tampak toska itu beredar di media sosial, di antaranya diunggah ulang akun Instagram @Info_Karawang, diunggah Minggu, 22 Juni 2025.
Ironinya, pencemaran sungai itu diketahui bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup yang tengah diperingati oleh Pemerintah Kabupaten Karawang pada hari yang sama (22/6/2025).
Kegiatan berlangsung di lingkungan Plaza Pemda dan sepanjang jalan Bypass Ahmad Yani Karawang. Wakil Bupati Karawang, Maslani, melakukan aksi bersih sampah plastik, diikuti sebanyak 300 peserta seperti para kepala perangkat daerah hingga para camat.
Adapun maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan yaitu meningkatkan kesadaran, kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan salah satunya memilah sampah plastik.