Liputan6.com, Jakarta - Sebuah foto yang diklaim seorang pilot wanita Israel menjadi tahanan Iran beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 14 Juni 2025.
Dalam foto tersebut tampak seorang wanita sedang berdiri di depan pesawat terbang. Ia terlihat melipat kedua tangannya di dada dan sambil tersenyum. Foto itu kemudian disebut sebagai pilot wanita asal Israel bernama Sarah Ahronot yang kini menjadi tahanan Iran.
Advertisement
"Iran memiliki Aset Yahudi dalam tahanan mereka.
Perkenalkan seorang pilot wanita Israel, Sarah Ahronot, yang telah ditangkap di Iran," tulis salah satu akun Facebook.
Benarkah dalam wanita dalam foto tersebut merupakan pilot asal Israel yang kini jadi tahanan di Iran? Berikut penelusurannya.
Penelusuran Fakta
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri foto yang diklaim seorang pilot wanita Israel menjadi tahanan Iran. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah gambar tersebut ke situs Google Images.
Hasilnya ditemukan gambar identik di artikel berjudul "Chilean Navy trains the first female aviator in its history" yang dimuat situs aeroflap.com pada 30 Desember 2021.
Berikut gambar tangkapan layarnya.
Gambar tangkapan layar artikel dari situs aeroflap.com.
Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa pilot wanita itu adalah Letnan Daniela Figueroa Scholz. Ia merupakan seorang pilot dari Angkatan Laut Chile.
Daniela lulus sebagai penerbang Angkatan Laut Chile pada 2021 dengan keahlian menerbangkan pesawat turboprop Pilatus PC-7.
Dalam sebuah wawancara dengan Dialogue Portal, Daniela berbicara tentang kariernya di Angkatan Laut Chile. Prajurit itu belajar terbang dengan Pilatus PC-7, tetapi sudah berlatih untuk memimpin pesawat lain.
Referensi:
https://www.aeroflap.com.br/en/Chilean-navy-graduates-the-first-naval-aviator-in-its-history/
Kesimpulan
Foto yang diklaim seorang pilot wanita Israel menjadi tahanan Iran ternyata tidak benar. Faktanya, wanita dalam foto tersebut merupakan Letnan Daniela Figueroa Scholz. Ia merupakan seorang pilot dari Angkatan Laut Chile.
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.