Kenapa Bursa Suspensi Saham SOLA?

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi pada saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA). Suspensi dilakukan lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham SOLA.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 05 Juni 2025, 14:16 WIB
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi pada saham PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA). Suspensi dilakukan lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham SOLA.

“Dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham SOLA pada tanggal 5 Juni 2025,” mengutip pengumuman Bursa, Kamis (5/6/2025).

Penghentian sementara perdagangan saham PT Xolare RCR Energy Tbk dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai. Tujuannya, yakni untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham SOLA.

Gerak Saham SOLA

Saham PT Xolare RCR Energy Tbk telah mengalami fluktuasi signifikan sejak awal tahun 2025. Pada awal tahun, saham SOLA diperdagangkan di kisaran Rp 50 per saham sekitar Januari–Maret, menunjukkan stabilitas setelah mengalami penurunan pada akhir 2024. Selama periode ini, tidak terdapat pergerakan harga yang signifikan, dan volume perdagangan relatif rendah.

Peningkatan Aktivitas Perdagangan

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Memasuki April 2025, saham SOLA mulai menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan. Pada pertengahan bulan, harga saham naik secara bertahap, mencapai Rp 63 per saham pada 24 April 2025. Lonjakan ini menarik perhatian investor dan otoritas bursa, mengingat sebelumnya saham ini cenderung stagnan.

Pada awal Mei, saham SOLA mengalami lonjakan tajam, mencapai Rp 144 per saham pada 8 Mei 2025, mencatatkan kenaikan sebesar 188% year-to-date. Dalam sepekan terakhir, saham SOLA telah naik 22,03 persen.

 

Peringatan Bursa Lewat UMA

Pekerja tengah melintas di dekat papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (29/12/2017), IHSG menguat 41,60 poin atau 0,66 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelum suspensi, Bursa mengumumkan adanya pergerakan harga saham di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) atas saham SOLA pada 6 Mei 2025. Sehubungan hal itu, Bursa mengimbau kepada para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat terkait atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya.

Investor juga diimbau untuk mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS. Serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya