Doa di Hari Arafah: Waktu Mustajab, Amalan, dan Keutamaannya

Hari Arafah adalah waktu yang sangat mulia bagi umat Islam untuk memanjatkan doa. Berikut panduan lengkap tentang doa di Hari Arafah, waktu terbaik, amalan sunnah, dan keutamaannya.

oleh Muhammad AliDiperbarui 05 Juni 2025, 07:22 WIB
Meski tuntutannya hanya berdiam diri, jamaah haji dianjurkan untuk berdoa dan memperbanyak zikir. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Liputan6.com, Jakarta - Hari Arafah, yang jatuh pada tanggal 9 Zulhijjah, merupakan hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada hari ini, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, salah satu rukun utama ibadah haji.

Namun, bagi umat Islam yang tidak berkesempatan menunaikan ibadah haji, Hari Arafah tetap menjadi momen penting untuk memperbanyak ibadah dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Mengapa Hari Arafah begitu istimewa? Hari ini memiliki keutamaan yang luar biasa, di mana Allah SWT akan menurunkan rahmat dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi umat Islam untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amalan saleh lainnya pada hari yang penuh berkah ini.

Lalu, bagaimana cara memaksimalkan ibadah di Hari Arafah? Kapan waktu terbaik untuk berdoa? Apa saja amalan sunnah yang dianjurkan? Simak ulasan lengkapnya yang dihimpun Liputan6.com:

Waktu Terbaik Memanjatkan Doa di Hari Arafah

Seorang jemaah berdoa di depan bukit batu saat akan menunaikan puncak ibadah haji, wukuf di Arafah di luar kota suci Mekah, Arab Saudi (19/7/2021). 60 ribu jemaah haji mulai memadati kawasan Arafah, pada Senin pagi 9 Dzulhijjah 1442 Hijriah atau bertepatan pada 19 Juli 2021. (AP Photo/Amr Nabil)

Waktu terbaik untuk memanjatkan doa di Hari Arafah adalah selama waktu wukuf di Arafah, yaitu mulai setelah matahari tergelincir (waktu zuhur) hingga terbenam matahari (waktu maghrib) waktu setempat di Arab Saudi. Bagi umat Islam di luar Arab Saudi, disarankan untuk menyesuaikan waktu berdoa dengan waktu wukuf di Arafah.

Meski demikian, berdoa di Hari Arafah tetap dianjurkan sepanjang hari, mulai dari masuknya tanggal 9 Zulhijjah menurut waktu setempat. Manfaatkan setiap kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berdoa dan berdzikir.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berdoa di Hari Arafah:

  • Berdoa dengan khusyuk dan penuh penghayatan.
  • Menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan.
  • Memulai doa dengan memuji Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat.
  • Memanjatkan doa untuk kebaikan diri sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam.
  • Mengakhiri doa dengan mengucapkan amin.

Doa-Doa yang Dianjurkan di Hari Arafah

Arafah merupakan tempat yang mustajab untuk berdoa baik dari aspek tempat maupun waktu, yaitu saat wukuf di tanggal 9 Dzulhijjah. (AP Photo/Rafiq Maqbool)

Ada banyak doa yang dapat dipanjatkan di Hari Arafah. Salah satu doa yang sangat dianjurkan adalah doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

Lā ilāha illā-llāhu wahdahu lā sharīka lahū, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa ‘alā kulli syai’in qadīr

Artinya: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Selain doa tersebut, Anda juga dapat memanjatkan doa-doa lainnya yang memohon ampunan, perlindungan dari keburukan, keselamatan, keberkahan dunia dan akhirat, serta segala hajat yang baik. Doa-doa ini dapat dipanjatkan dengan bahasa Arab, bahasa Indonesia, atau bahasa lainnya yang Anda pahami. Yang terpenting adalah ketulusan hati dan keikhlasan dalam berdoa.

Rasulullah SAW bersabda bahwa doa yang paling utama adalah doa di hari Arafah. Hari Arafah juga merupakan hari di mana Allah SWT membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka.

Amalan Sunnah Selain Berdoa di Hari Arafah

Selama wukuf di Arafah ini, para jemaah lebih banyak berzikir dan berdoa. Mereka mengikuti prosesi wukuf dengan khidmat dan memanfaatkan waktu wukuf dengan sebaik-baiknya. (AP Photo/Amr Nabil)

Selain berdoa, ada beberapa amalan sunnah lainnya yang dianjurkan untuk dilakukan di Hari Arafah, di antaranya:

  • Berpuasa Arafah: Bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, sangat dianjurkan untuk berpuasa Arafah. Puasa ini dipercaya dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.
  • Berzikir: Perbanyaklah berzikir dan mengingat Allah SWT sepanjang hari.
  • Membaca Al-Quran: Luangkan waktu untuk membaca Al-Quran dan merenungkan maknanya.
  • Bersedekah: Berikan sedekah kepada mereka yang membutuhkan.
  • Bermuhasabah diri: Introspeksi diri dan evaluasi amalan-amalan yang telah dilakukan.

Dengan melaksanakan amalan-amalan sunnah ini, diharapkan kita dapat semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meraih keberkahan di Hari Arafah.

Keutamaan Puasa Arafah

Seorang jemaah haji asal Mesir berdoa di bukit berbatu yang dikenal sebagai Jabal Rahmah, di Dataran Arafah, saat menunaikan ibadah haji tahunan, dekat kota suci Makkah, Arab Saudi, Selasa (27/6/2023). (AP Photo/Amr Nabil)

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji. Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika jamaah haji wukuf di Arafah.

Keutamaan puasa Arafah sangatlah besar. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang. Ini merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Berikut adalah lafal niat puasa Arafah:

Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillāhi ta’āla

Artinya: "Saya berniat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Infografis

Infografis Perbedaan Rukun dan Wajib Haji dengan Rukun Umrah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya