Kethek, Kuliner Khas Kebumen yang Selalu Disandingkan dengan Getuk

Bahan utama pembuatan kethek adalah singkong yang diparut halus. Singkong dipilih karena mudah ditemukan di wilayah Kebumen dan sekitarnya.

oleh Switzy SabandarDiterbitkan 24 Mei 2025, 07:00 WIB
resep getuk singkong ©Ilustrasi dibuat AI

Liputan6.com, Kebumen - Kethek merupakan makanan yang terbuat dari singkong parut. Makanan ini telah menjadi hidangan tradisional yang tidak pernah lepas dari penyajian getuk.

Mengutip dari berbagai sumber, kethek merupakan makanan tradisional yang berasal dari Kebumen, Jawa Tengah. Nama kethek dalam bahasa Jawa berarti monyet, namun tidak ada hubungan langsung antara nama ini dengan bahan atau bentuk makanannya.

Bahan utama pembuatan kethek adalah singkong yang diparut halus. Singkong dipilih karena mudah ditemukan di wilayah Kebumen dan sekitarnya.

Setelah diparut, singkong dicampur dengan kelapa parut dan diberi bumbu sederhana seperti garam dan sedikit gula. Cara pembuatannya cukup sederhana.

Pertama, singkong diparut halus lalu diperas untuk mengurangi kadar airnya. Setelah itu, adonan singkong dibentuk menjadi bulat pipih dengan ukuran sekitar 10 cm.

Ada dua cara memasak kethek yang biasa dilakukan. Kethek bisa dikukus hingga matang atau digoreng hingga kecoklatan.

 

Jarang Dimakan Sendirian

Versi yang digoreng sering disebut kethek goreng dan memiliki tekstur yang lebih renyah dibandingkan yang dikukus. Kethek jarang dimakan sendirian.

Biasanya, kethek dimakan bersama dengan getuk, yang juga terbuat dari singkong tetapi memiliki tekstur lebih lembut. Kethek dan gethuk biasanya disajikan dengan taburan kelapa parut di atasnya.

Banyak warga Kebumen menjadikan kethek sebagai menu sarapan mereka. Para pedagang keliling biasa menjajakan kethek sejak pagi hari untuk memenuhi kebutuhan ini.

Makanan dari singkong ini juga menjadi penyelamat saat hasil panen padi tidak melimpah. Ketika beras langka atau mahal, masyarakat beralih ke kethek sebagai sumber makanan.

Selain itu, kethek sering disajikan dalam berbagai acara sederhana di masyarakat. Makanan tradisional ini masih mudah ditemui di pasar-pasar tradisional Kebumen.

Beberapa warung khusus bahkan masih mempertahankan cara pembuatannya dan menjaga keaslian rasa dan teksturnya. Kethek juga mulai dikenal oleh para wisatawan yang berkunjung ke Kebumen.

Penulis: Ade Yofi Faidzun

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya