Viral Tagar #IndonesiaBersamaPalestina, Ini Kata Pengamat

Pengamat dari Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES), Smith Alhadar memberikan pandangannya terkait viralnya tagar #IndonesiaBersamaPalestina.

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 16 Mei 2025, 18:35 WIB
Bahkan, jumlah makanan harian yang disalurkan kepada warga sipil di Jalur Gaza menurun drastis dalam sepekan terakhir. (BASHAR TALEB/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Tagar #IndonesiaBersamaPalestina viral di media sosial. Aksi warganet ini dinilai tmencerminkan solidaritas rakyat Indonesia terhadap penderitaan rakyat Palestina yang hingga kini terus berlangsung di Gaza.

Namun lebih dari sekadar ekspresi dukungan, viralnya tagar tersebut dinilai sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya respons pemerintah dan dunia internasional terhadap tragedi kemanusiaan itu.

Pengamat dari Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES), Smith Alhadar, menilai bahwa dukungan terhadap Palestina telah lama menjadi sikap resmi pemerintah Indonesia.

Namun, eskalasi kekerasan di Gaza akhir-akhir ini dan minimnya langkah konkret pemerintah membuat masyarakat merasa perlu bersuara lebih lantang.

"#IndonesiaBersamaPalestina memang sejak awal menjadi kebijakan pemerintahan RI. Tapi kalau saat ini viral di jagat media sosial, kiranya rakyat kita ingin pemerintah melakukan lebih banyak untuk menghentikan genosida Israel di Gaza yang makin menjadi-jadi di tengah ketidakpedulian dunia, terutama Amerika Serikat," ujar Smith saat dihubungi oleh Liputan6.com pada Jumat (16/5/2025).

Ia menyoroti kunjungan tiga hari Presiden AS Donald Trump ke Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab pada 13–15 Mei lalu yang tak menempatkan isu Gaza sebagai prioritas utama.

Menurut Smith, pernyataan Trump yang hanya menyinggung soal menjadikan Gaza sebagai "zona kebebasan" justru menunjukkan dukungan terselubung terhadap gagasan ethnic cleansing yang diharapkan Israel.

"Zona kebebasan itu artinya mendukung pembersihan etnis — mengusir warga Gaza keluar dari tanah mereka untuk dipindahkan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Ini bukan solusi, tapi bentuk lain dari kekerasan sistematis," katanya.

 

Peringatan Nakba

Masa yang tergabung dalam Aqsa Working Group (AWG) melakukan aksi damai di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (17/5/2024). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Smith juga mengaitkan tagar #IndonesiaBersamaPalestina dengan peringatan Nakba -- malapetaka tahunan yang diperingati warga Palestina setiap 15 Mei, bertepatan dengan proklamasi berdirinya negara Israel tahun 1948. Tragedi Nakba ditandai dengan penghancuran lebih dari 530 desa Palestina dan pengusiran sekitar 750 ribu warga dari tanah air mereka.

"Tagar ini bukan hanya bentuk empati, tapi juga penolakan publik terhadap skenario pemusnahan identitas bangsa Palestina. Ini jeritan moral rakyat Indonesia terhadap sebuah tragedi kemanusiaan yang tak bisa lagi ditoleransi," pungkasnya.

Bagi Smith, viralnya #IndonesiaBersamaPalestina menjadi cerminan dari meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya peran aktif Indonesia di panggung internasional, bukan hanya sebagai penonton, tapi sebagai penggerak perdamaian dan keadilan.

Infografis Wacana Indonesia Tampung Korban Gaza Palestina. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya