Konferensi Parlemen OKI, Puan Dorong Peningkatan Pemberdayaan Perempuan di Negara Islam

Puan menegaskan meski perempuan dan laki-laki memiliki kodrat biologis yang berbeda, namun keduanya memiliki hak yang sama untuk berdaya.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 15 Mei 2025, 07:44 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan perempuan dari agenda utama dunia Islam saat memimpin Konferensi Parlemen Negara-Negara Anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Menurutnya, pendidikan merupakan kekuatan pendorong utama kemajuan bangsa.

Hal itu Ia sampaikan dalam acara inagurasi pembukaan Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19 atau forum Uni Parlemen OKI yang digelar di Gedung Nusantara DPR, Senayan, Rabu (14/5/2025). Presiden Prabowo Subianto turut hadir dalam acara tersebut.

"Selain memberikan perhatian pada bidang politik dan ekonomi, kita juga harus memprioritaskan bidang pendidikan bagi generasi muda," kata Puan.

Puan juga menyoroti soal isu penting yang diangkat dalam Konferensi PUIC ke-19 di mana DPR bertindak sebagai tuan rumah, yaitu pemberdayaan perempuan. Ia menegaskan meski perempuan dan laki-laki memiliki kodrat biologis yang berbeda, namun keduanya memiliki hak yang sama untuk berdaya.

"Perempuan dan laki-Laki memiliki hak yang sama untuk maju, mengembangkan potensi spiritual, intelektual, sosial, dan ekonomi," ungkap Puan.

 

Banyak Perempuan Jadi Pemimpin Parlemen

Ketua DPR RI, Puan Maharani, saat menyampaikan pidato penutupan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2024-2025, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (Foto: Geraldi/vel)

 

Mantan Menko PMK itu mencontohkan saat ini semakin banyak perempuan yang menjadi pemimpin parlemen, termasuk di negara anggota PUIC. Menurut Puan hal tersebut bisa menjadi panutan dan pemacu semangat bagi generasi muda perempuan.

"Saya berdiri di sini sebagai Ketua DPR RI perempuan pertama di Indonesia yang menjadi bukti, bahwa perempuan juga bisa memegang jabatan publik yang tinggi di negara besar seperti Indonesia dengan 280 juta penduduk," tuturnya.

"Jika saya bisa, jika kami bisa, tentu para perempuan di negara anggota PUIC juga akan bisa menjadi perempuan yang maju," sambung Puan.

 

PUIC Jadi Representasi Suara Rakyat

Ketua DPR RI Puan Maharani membuka secara resmi Konferensi Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) ke-19. (Liputan6.com/Delvira Hutabarat).

Lebih lanjut, Puan juga menekankan agar PUIC menjadi representasi suara rakyat lintas negara untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata.

"Rakyat yang kita wakili, mengharapkan agar PUIC juga menghasilkan sesuatu yang nyata dan berdampak positif bagi rakyat," ucap Puan.

Puan menambahkan, agar hasil rekomendasi PUIC dapat ditransformasikan menjadi kebijakan nyata, diperlukan kerja sama dan sinergi dengan pemerintah masing-masing negara.

"Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan oleh PUIC juga membutuhkan peran Pemerintah masing-masing negara, agar dapat ikut mentransmisikan norma bersama tersebut, menjadi kebijakan pembangunan nasional," pungkasnya.

Infografis

Infografis Menanti Pertemuan Informal Puan Maharani dan Jokowi. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya