Menbud Fadli Zon: Waisak Momentum Refleksi Spiritual dan Pelestarian Budaya

Fadli menilai peringatan Waisak menjadi momen strategis bagi semua umat untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat komitmen bersama terhadap perdamaian global.

oleh Tim NewsDiperbarui 13 Mei 2025, 20:52 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengikuti penyalaan lampion sebagai simbol harapan dan doa untuk kedamaian dunia dalam perayaan Waisak 2025. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya Hari Raya Waisak sebagai momen refleksi spiritual sekaligus pelestarian warisan budaya. Hal ini disampaikannya dalam sambutan pada acara puncak peringatan Tri Suci Waisak 2569 BE/2025 yang digelar di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada Senin malam, 12 Mei 2025.

Dalam perayaan yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan dan organisasi WALUBI tersebut, pemerintah turut memeriahkan kegiatan dengan menghadirkan pertunjukan tari serta seni budaya lokal.

“Selain perayaan keagamaan bagi umat Buddha, Waisak juga menjadi pengingat nilai-nilai luhur seperti kasih sayang dan perhatian. Nilai-nilai ini menjadi warisan spiritual yang masih sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini,” ujar Fadli.

Mengusung tema “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan Mewujudkan Perdamaian Dunia”, Fadli menilai peringatan Waisak menjadi momen strategis bagi semua umat untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat komitmen bersama terhadap perdamaian global.

“Meningkatkan pengendalian diri dan kebijaksanaan adalah landasan untuk mewujudkan perdamaian dunia. Melalui semangat Waisak, kita harus menciptakan harmoni dan kebahagiaan, membuktikan bahwa cinta kasih dan kesadaran adalah kunci untuk mengatasi segala tantangan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Fadli juga menyoroti peran penting Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang kini telah berkembang menjadi living heritage.

“Borobudur, ketika awal ditemukannya merupakan sebuah dead monument, situs mati. Namun kini Borobudur memiliki wajah barunya sebagai living monument, memberikan makna spiritual terhadap masyarakat dan menjadi simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia,” kata politikus Partai Gerindra ini.

 

Perkuat Semangat Kolektif Menjaga Warisan Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya Hari Raya Waisak sebagai momen refleksi spiritual sekaligus pelestarian warisan budaya. (Istimewa)

Fadli Zon menambahkan, Candi Borobudur perlu terus dikembangkan sebagai pusat ziarah internasional yang tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga mengusung nilai-nilai spiritual universal yang inklusif.

“Nilai-nilai agung yang terkandung dalam Candi ini, tentunya, dapat memberikan dampak positif bagi negara kita. Kita harus mendorong aktivasinya menjadi a place of pilgrimage for Buddhism. Tempat ziarah bukan hanya untuk umat Buddha saja, akan tetapi juga untuk seluruh umat manusia dengan nilai-nilai spiritual universalnya,” jelas Fadli.

Fadli berharap momentum Waisak tahun ini dapat memperkuat semangat kolektif dalam menjaga warisan budaya, mempererat persatuan, dan membangun masyarakat yang harmonis di tengah dinamika global.

Acara puncak Waisak turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Agama Nasarudin Umar. Ketiganya ikut menyalakan lampion sebagai simbol harapan dan doa untuk kedamaian dunia.

Infografis Warisan Budaya TakBenda UNESCO dari Indonesia. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya