Jelang Konklaf Pemilihan Paus, Cerobong Asap Dipasang di Kapel Sistina Vatikan

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 02 Mei 2025, 15:35 WIB
Jelang Konklaf Pemilihan Paus, Cerobong Asap Dipasang di Kapel Sistina Vatikan
Pemilihan pengganti Paus Fransiskus sebagai pemimpin Gereja Katolik Dunia akan dimulai pada Rabu (7/5/2025). Prosesi pemilihan Paus tersebut dilakukan melalui konklaf, yang melibatkan ratusan kardinal. 133 kardinal—mereka yang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat untuk memilih—akan memasuki Kapel Sistina Vatikan untuk memberikan suara secara rahasia untuk memilih paus baru. Di dalam Kapel Sistina, 133 Kardinal akan melalukan pemungutan suara tanpa komunikasi dengan dunia luar hingga Paus baru terpilih. Dalam proses pemilihan Paus, asap yang keluar dari cerobong menjadi satu-satunya penanda komunikasi dengan dunia luar. Asap hitam menandakan belum ada hasil, sementara asap putih menjadi penanda bahwa Paus baru telah terpilih.
Seorang pekerja memasang cerobong asap di atap Kapel Sistina, Vatikan, pada 2 Mei 2025. (Gabriel BOUYS/AFP)
Pemilihan pengganti Paus Fransiskus sebagai pemimpin Gereja Katolik Dunia akan dimulai pada Rabu (7/5/2025). (Gabriel BOUYS/AFP)
Prosesi pemilihan Paus tersebut dilakukan melalui konklaf, yang melibatkan ratusan kardinal. (Gabriel BOUYS/AFP)
133 kardinal—mereka yang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat untuk memilih—akan memasuki Kapel Sistina untuk memberikan suara secara rahasia untuk memilih paus baru. (Gabriel BOUYS/AFP)
Juru bicara Vatikan, Matteo Bruni menyampaikan bahwa para kardinal akan mengawali konklaf dengan misa agung di Basilika Santo Petrus. (Gabriel BOUYS/AFP)
Di dalam Kapel Sistina, 133 Kardinal akan melalukan pemungutan suara tanpa komunikasi dengan dunia luar hingga Paus baru terpilih. (Gabriel BOUYS/AFP)
Dalam proses pemilihan Paus, asap yang keluar dari cerobong menjadi satu-satunya penanda komunikasi dengan dunia luar. Asap hitam menandakan belum ada hasil, sementara asap putih menjadi penanda bahwa Paus baru telah terpilih. (Gabriel BOUYS/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya