Liputan6.com, Jakarta Momen memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang jatuh pada Jumat, 2 Mei 2025, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyerahkan pemutihan ijazah kepada 371 pelajar Jakarta.
Diketahui ini merupakan kali kedua, setelah penyerahan yang tahap pertama dilakukan kepada 117 pelajar.
Advertisement
"Mudah-mudahan ini akan bisa bermanfaat bagi para siswa yang selama ini ijazahnya tertahan," kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/5/2025).
Dia memastikan, dirinya akan kembali mendata dan menjalankan program serupa untuk yang ketiga kalinya. Berdasarkan laporan sementara, sudah ada 6.652 ijazah yang akan masuk gelombang pemutihan mendatang.
"Sekarang ini sudah terdaftar yang akan diputihkan di tahun ini Pembiayaannya juga sudah disiapkan sejumlah 6.652 siswa," tutur Politikus senior PDIP ini.
Pramono memastikan, Pemprov Jakarta akan turun tangan untuk menangani hal tersebut hingga tuntas. Dia pun mengapresiasi kolabroasi Dinas Pendidikan Jakarta dengan Baznas untuk kelancaran program pemutihan ijazah.
"Pemerintah dalam hal ini harus hadir dan kami bersyukur Baznas membantu. Ini merupakan program quick win saya dan Bang Doel (wakil gubernur Jakarta) dalam 100 hari, Alhamdulillah hal-hal yang utama apa yang kami sampaikan ketika melakukan sosialisasi sekarang ini hampir sebagian besar telah terpenuhi," dia menandasi.
Pemprov Jakarta Kembali Gelar Pemutihan Ijazah Tahap pada Mei 2025
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memastikan bahwa penyerahan ijazah tahap kedua akan dilakukan pada 2 Mei 2025 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Menurut Pramono, proses pemutihan ijazah tidak bisa dilaksanakan sekaligus karena berkaitan dengan banyak aspek, termasuk data dan administrasi lainnya.
"Karena pemutihan ijazah ini menyangkut data, menyangkut orang, menyangkut sekolah dan sebagainya. Pasti penyelesaiannya bertahap. Kemarin sudah tahap periode pertama kurang lebih angkanya sekitar Rp500 juta," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (29/4/2025).
Pemprov DKI Jakarta berencana menggelar penyerahan ijazah lanjutan di kawasan Monas atau di Balai Kota Jakarta.
Apabila seluruh ijazah belum berhasil diserahkan pada tahap kedua, Pramono memastikan bahwa program ini akan berlanjut ke tahap-tahap berikutnya.
"Kalau ini memang belum selesai, ada (penyerahan tahap) ketiga, keempat dan seterusnya. Karena bagi saya persoalan ijazah ini adalah persoalan serius yang dihadapi oleh warga, masyarakat yang memang kalau tidak dibantu, ditebus oleh pemerintah DKI enggak bakal diambil," tegasnya.
Dalam Proses Pendataan
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Sarjoko, menyampaikan bahwa Pemprov DKI saat ini masih melakukan pendataan menyeluruh terkait jumlah ijazah dari seluruh lulusan satuan pendidikan yang tertahan dan akan diputihkan.
Pada pelaksanaan tahap pertama, Pemprov DKI bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta telah menyerahkan bantuan penebusan ijazah untuk 117 lulusan dengan total nilai bantuan sebesar Rp596.422.200.
Program pemutihan ini akan berlanjut ke tahap kedua, dengan target penerima manfaat sebanyak 250 lulusan.