Misteri Kantor Baru Danantara

Danantara nantinya bakal memiliki gedung kantor sendiri, sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 29 April 2025, 14:00 WIB
Kantor BPI Danantara Indonesia di Jalan RP Soeroso Jakarta. (Arief/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) bakal berpindah dari kantor lamanya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Hal itu turut dikonfirmasi oleh COO Danantara, Dony Oskaria.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN ini mengatakan, Danantara nantinya bakal memiliki gedung kantor sendiri, sesuai arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Namun, Dony belum menyampaikan lebih rinci di mana lokasi kantor baru Danantara tersebut.

"Nanti lagi dicari jadi Wisma Danantara, sesuai permintaan bapak Presiden. Tunggu dua minggu ke depan akan diresmikan Kantor Danantara," kata Dony saat ditemui usai menerima arahan dari Prabowo dalam acara Town Hall Danantara di Jakarta Convention Center (JCC), dikutip Selasa (29/4/2025).

Adapun akun resmi Instagram @danantara.indonesia pada Senin (28/4/2025) sempat mengunggah sebuah postingan, perihal peresmian kantor Danantara yang baru. Sayangnya, unggahan tersebut kini sudah tidak ada lagi lantaran dihapus.

"Hari ini Danantara Indonesia melakukan tasyakuran atas peresmian kantor operasional baru. Hal ini sebagai bagian dari komitmen Danantara Indonesia dalam memberikan yang terbaik untuk Indonesia," tulis akun Instagram @danantara.indonesia dalam sebuah postingan yang telah dihapus tersebut.

Kantor Danantara Sebelumnya

Sebuah gedung di Jalan RP Soeroso, Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat mulanya diklaim sebagai kantor tempat beroperasinya BPI Danantara. Gedung itu merupakan bekas kantor pusat Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), yang telah bertransformasi menjadi Bank Mandiri.

Namun, Liputan6.com mendapati informasi bahwa gedung tersebut pun sejauh ini masih kosong. Seorang security yang rutin berjaga di sana mengutarakan, bahwa Gedung Danantara di kawasan Menteng itu belum pernah terisi untuk kegiatan operasional.

"Belum ada apa-apa. Soalnya belum ada penghuninya. Paling OB, yang bersih-bersih aja," ujar salah seorang security yang bertugas di Gedung Danantara Menteng kepada Liputan6.com.

Menurut informasi yang beredar sebelumnya, Danantara diisukan bakal memindahkan kantor pusatnya ke kawasan Sudirman, Jakarta Selatan. Namun hingga berita ini turun, belum ada konfirmasi pasti di mana nantinya Danantara bakal memusatkan kegiatan operasionalnya.

Anak, Cucu hingga Cicit BUMN Resmi Gabung Danantara

Kantor BPI Danantara Indonesia di Jalan RP Soeroso Jakarta. (Arief/Liputan6.com)

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan sebanyak 844 perusahaan BUMN telah resmi bergabung di bawah kelolaannya. 

Rosan menerangkan, 844 BUMN itu termasuk induk usaha hingga anak perusahaan dan badan usaha lainnya yang secara kepemilikan masih berada di bawah kendali negara.  

"Jadi itu ada anak, cucu, cicit, di bawahnya cicit lagi. Jadi kalau di total itu ada 844 perusahaan. Itu sudah resmi berada di milik dan antara sejak 21 Maret yang lalu ya," jelas Rosan usai Town Hall Danantara di Jakarta Convention Center (JCC), Senin (28/4/2025).

Advertisement Penderita Diabetes Harus Mulai Minum Ini Pagi-Siang-SoreSelengkapnya "Jadi kami bisa melakukan konsolidasi, dan kami sudah lakukan secara bertahap terhadap yang besar-besar yang punya dampak besar terhadap perekonomian," di menambahkan. 

Tak hanya BUMN yang berorientasi pada bisnis, ia menyebut perusahan pelat merah yang berstatus sebagai perusahaan umum (Perum) juga telah resmi berada di bawah BPI Danantara. 

Menurut hitungannya, total aset kelolaan BUMN yang kini berada di bawah payung Danantara nilainya mendekati USD 1 triliun. 

"Ya, termasuk yang Perum. Kalau kita lihat asetnya yang dari BUMN ini kan sebenarnya USD 900 miliar. Yang banyak disampaikan, sebenarnya sudah lebih dari USD 982 miliar. Dan disampaikan juga akan dimasukkan aset lain," paparnya. 

Kelola Aset Jumbo

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani. (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Selain aset milik BUMN, Danantara juga bakal mengelola aset di bawah Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), semisal kawasan Gelora Bung Karno (GBK).

"Itu adalah yang kita ada di sini, GBK. Yang ada di Mensesneg, yang nilainya di value 8 tahun yang lalu itu nilainya USD 25 miliar. Nah, jadi GBK dan seluruh lokasi yang ada di sini akan dimasukkan ke dalam Danantara," imbuh Rosan. 

Seluruh aset itu, sambung Rosan, nantinya akan dilakukan perencanaan yang matang agar menjadi aset yang produktif. Sehingga turut memberikan imbal hasil berupa keuntungan ekonomi bagi negara. 

"Aset yang bisa menghasilkan, baik dari return of asset, return of investment. Sesuai dengan parameter atau kriteria benchmarking dengan yang lainnya. Jadi ini semua, yang tadinya berada di dalam Mensesneg akan berada di bawah Danantara," tuturnya. 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya