Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menegaskan pembentukan 80.000 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia memastikan, inisiatif ini jauh dari kepentingan politik atau bagi-bagi "kue" kekuasaan.
"Kopdes ini adalah instrumen pemerataan ekonomi untuk memajukan desa dan mensejahterakan warga desa, menghapus rentenir, tengkulak," kata Budi saat ditemui di kantor Kementerian koperasi, Kamis (24/4/2025).
Advertisement
Saat ditanya apakah program ini punya aroma politik, Budi Arie langsung membantah.
"Tidak, ini untuk warga desa, masyarakat. Dan ini bentuknya adalah investasi sosial ke desa," tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan program ini juga punya potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja. Dengan target 80.000 Kopdes, diperkirakan bisa membuka 1 hingga 2 juta pekerjaan baru. Mulai dari posisi administratif di kantor Kopdes, penjaga toko, hingga sopir kendaraan.
"Misalnya ini dua truk masing-masing Kopdes, paling tidak untuk pengemudi truk saja sudah bisa menambah 160.000 lapangan kerja, itu baru dari supir truk," kata dia.
Menkop: Satu KopDes diproyeksikan bisa Cetak Rp 1 Miliar per Tahun
Sebelumnya, Menkop Budi menyebut program ini bukan sekadar pengeluaran negara, tapi bentuk investasi sosial jangka panjang.
Budi menyampaikan, satu koperasi desa bisa menghasilkan keuntungan sekitar Rp 1 miliar per tahun. Jika target 80 ribu unit tercapai, potensi total keuntungan per tahun bisa menyentuh angka Rp 80 triliun.
Potensi Keuntungan Koperasi Desa
“Kita harus optimis bahwa ini bukan uang hilang, ini investasi sosial kita, orang saya pernah hitung sebenarnya satu kopdes itu bisa untung Rp 1 miliar per tahun," kata Budi dalam peluncuran website KopDes Merah Putih di Kantor Kementerian Koperasi, di Jakarta, Senin (21/4/2025).
“Jadi, setahun bisa Rp 80 triliun seluruh kopdes, orang bisnisnya monopoli dan captive market masa tidak untung,” tambahnya.
Ia juga menyoroti fakta bahwa saat ini masih ada 27 ribu desa di Indonesia yang belum memiliki koperasi. Oleh karena itu, pembentukan koperasi baru akan difokuskan di wilayah-wilayah tersebut, dengan catatan harus melalui musyawarah desa.
“Tapi membentuk baru koperasi desa itu kan keputusan musyawarah desa khusus,” ujarnya.
Menkop Luncurkan Website KopDes Merah Putih
Menkop Budi secara resmi meluncurkan website Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KopDesMerahPutih) yang dapat diakses di alamat kopdesmerahputih.kop.id. Peluncuran ini website ini sebagai bagian dari langkah strategis pemerintah untuk memperkuat koperasi desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Website ini hadir sebagai platform resmi untuk pendaftaran koperasi desa atau kelurahan secara self-declare, yang memungkinkan masyarakat untuk mendaftarkan koperasi mereka tanpa melalui prosedur yang rumit.
"Senin 21 April 2025. Pada kesempatan ini kami melakukan kick-off peluncuran platform Kopdesmerahputih.kop.id. Yang merupakan situs resmi untuk pendaftaran koperasi Desa Kelurahan Merah Putih secara self-declare," kata Budi di Kantor Kementerian Koperasi, di Jakarta, Senin (21/4/2025).
Selain itu, melalui website ini, Kementerian Koperasi dapat memonitor perkembangan mereka dari tahap sosialisasi, musyawarah desa, rapat anggota hingga saat koperasi tersebut resmi berdiri.