Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru di Lumajang dan Malang Jatim erupsi sebanyak dua kali pada Rabu (23/4/2025), pukul 06.28 WIB dan pukul 07.25 WIB. Tinggi kolom abu erupsi Gunung Semeru pertama setinggi 900 meter di aras puncak atau sekitar 4.576 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 123 detik.
Advertisement
Sementara tinggi kolom abu erupsi kedua teramati mencapai 800 meter di atas puncak, atau sekitar 4.476 m di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 116 detik.
Petugas Pos Pantau Gunung Semeru Sigit Rian Alfian mengimbau masyarakat dan wisatawan yang ada di skeitar Gunung Semeru agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Sepanjang 2025, Gunung Semeru tercatat sudah meletus sebanyak 1.380 kali. Hingga hari ini, Rabu (23/4/2025), pukul 12.07 WIB, Gunung Semeru masih berstatus Waspada (Level II).
Apakah Gunung Semeru Masih Aktif?
Berdasarkan hasil pemantauan PVMBG periode Selasa (22/4/2025) sepanjang pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 35 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-23 mm, dan lama gempa 73-290 detik, serta 2 kali gempa Guguran dengan amplitudo 4-7 mm dan lama gempa 31-47 detik, lalu 5 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 4-6 mm, dan lama gempa 25-85 detik.
Dalam periode itu juga, Gunung Semeru mengalami 3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 10-18 mm, S-P 0.93-2.28 detik dan lama gempa 10-38 detik, serta 6 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4-35 mm, S-P 16-72 detik dan lama gempa 31-277 detik.