Liputan6.com, Jakarta Ungu salah satu band yang produktif merilis album religi setelah SurgaMu sukses di pasar pada 2006 dengan hit “Andai Kutahu.” Sejak itu, band yang diperkuat Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman ini rajin melepas album atau lagu religi.
Konsistensi di ranah religi membuat Ungu makin berkibar. Sejumlah hit besar pun dilepas dari “Sesungguhnya,” “Para PencariMu,” hingga “Bismillah Cinta” yang dilantun bareng Lesti Kejora.
Advertisement
“Bismillah Cinta” dengan vokalis tamu Lesti Kejora dijadikan soundtrack sinetron berjudul sama yang tayang di Indosiar pada 2022. Tahun ini, “Bismillah Cinta” menghiasi sinetron Ijabah Cinta yang mengudara di SCTV.
Lirik yang mendekatkan pendengar kepada Sang Khalik dengan tetap setia pada karakter musik membuat Ungu makin dicintai publik. Laporan khas Showbiz Liputan6.com merangkum 6 lagu religi Ungu. Dengerin yuk!
1. Dengan NafasMu
Dilandasi kesadaran bahwa manusia penuh dosa. Diperkuat semangat meninggalkan jalan sesat. “Dengan NafasMu” adalah cerminan komitmen manusia untuk bertobat dan mendekat kepada Tuhan sebagai pengatur garis hidup termasuk rezeki, jodoh, dan tentu saja maut.
“Dan demi nafas yang telah kau embuskan dalam kehidupanku, kuberjanji ku akan menjadi yang terbaik,” ucap Pasha Ungu di bagian refrein. Mendengar lagu ini saat Ramadan, benaran menggugah semangat kita untuk hijrah ke jalan kebaikan dengan sepenuh hati.
2. Andai Kutahu
Jika sadar waktu amat berharga karena terbatas dan tak dapat diulang, maka hidup kita hanya akan berisi amal baik yang mempertebal iman. Sayang, tak ada yang tahu berapa lama waktu kita di dunia. Itu tercermin dalam “Andai Kutahu” dari album SurgaMu (2006).
Manusia hanya bisa berandai. Daripada berandai-andai lebih baik mendekati Sang Khalik, mengingat ajal terus mendekat. Amit-amit jangan sampai kita terlambat seperti kata Pasha: Andai kutahu malaikatMu 'kan menjemputku, izinkan aku mengucap kata taubat padaMu...
3. SurgaMu
Debut album religi Ungu memfiturkan banyak hit termasuk “SurgaMu” yang dijadikan judul album. Lagu ini mengajak manusia kembali ke pemahaman dasar bahwa Tuhan sebaik-baiknya tempat berlindung dan menumpahkan isi hati saat ujian beruntun datang menindih.