Liputan6.com, Jakarta: Rapat Koordinasi Khusus Bidang Politik dan Keamanan yang beragendakan pembahasan pelaksanaan operasi terpadu di Aceh akan digelar, Jumat (16/5) malam. Dalam hal ini, Panglima Daerah Militer Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Endang Suwarya yang akan menghadiri rapat tersebut menegaskan, apa pun keputusan itu, pihaknya siap mendukung pemerintah, termasuk kemungkinan darurat militer. "Kita selalu loyal pada pemerintah," ujar Endang dalam sebuah dialog yang dipandu reporter SCTV Olivia Rosalia di Jakarta, Jumat siang.
Menurut Endang, sejauh ini pihaknya masih menunggu perintah dari atasan dalam hal ini Panglima TNI mengenai pelaksanaan operasi terpadu di Serambi Mekah. Kendati begitu, sebagai prajurit, pihaknya tetap dalam keadaan siaga penuh dalam mengantisipasi situasi yang tak memungkinkan. Langkah ini dilakukan mengingat kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka terus menebar provokasi, kekacauan, dan penggalangan kekuatan. Contoh kasusnya, penyerangan sejumlah pos Marinir TNI Angkatan Laut di Bireun dan Aceh Selatan dalam berapa hari terakhir.
Endang menambahkan, meski GAM kerap memprovokasi dan membuat kekacauan, pihaknya sejauh ini masih bisa mengendalikan situasi di sana. Sejatinya, para prajurit masih bisa mengendalikan diri ketika mereka diprovokasi. Mengenai penambahan pasukan, Endang mengaku, dirinya belum mendapat perintah menambah pasukan. Baginya, dengan keberadaan personel TNI yang hingga kini mencapai 26 ribu orang sudah cukup dalam memberi keamanan masyarakat di sana.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa operasi terpadu tetap dilaksanakan seiring dengan perundingan di Tokyo, Jepang, yang direncanakan Sabtu besok. Pasalnya, pelaksanaan program operasi ini telah direncanakan dan telah menjadi keputusan pemerintah yang didukung oleh warga Indonesia melalui perwakilannya di DPR/MPR [baca: Ryamizard: Operasi Militer Jalan Terus].(ORS/Olivia Rosalia dan Adi Iskarpandi)
Menurut Endang, sejauh ini pihaknya masih menunggu perintah dari atasan dalam hal ini Panglima TNI mengenai pelaksanaan operasi terpadu di Serambi Mekah. Kendati begitu, sebagai prajurit, pihaknya tetap dalam keadaan siaga penuh dalam mengantisipasi situasi yang tak memungkinkan. Langkah ini dilakukan mengingat kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka terus menebar provokasi, kekacauan, dan penggalangan kekuatan. Contoh kasusnya, penyerangan sejumlah pos Marinir TNI Angkatan Laut di Bireun dan Aceh Selatan dalam berapa hari terakhir.
Endang menambahkan, meski GAM kerap memprovokasi dan membuat kekacauan, pihaknya sejauh ini masih bisa mengendalikan situasi di sana. Sejatinya, para prajurit masih bisa mengendalikan diri ketika mereka diprovokasi. Mengenai penambahan pasukan, Endang mengaku, dirinya belum mendapat perintah menambah pasukan. Baginya, dengan keberadaan personel TNI yang hingga kini mencapai 26 ribu orang sudah cukup dalam memberi keamanan masyarakat di sana.
Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Ryamizard Ryacudu menegaskan bahwa operasi terpadu tetap dilaksanakan seiring dengan perundingan di Tokyo, Jepang, yang direncanakan Sabtu besok. Pasalnya, pelaksanaan program operasi ini telah direncanakan dan telah menjadi keputusan pemerintah yang didukung oleh warga Indonesia melalui perwakilannya di DPR/MPR [baca: Ryamizard: Operasi Militer Jalan Terus].(ORS/Olivia Rosalia dan Adi Iskarpandi)