Ganjar Usul Isu Perubahan Iklim Masuk Kurikulum Pendidikan

Ganjar juga menilai perlu menggandeng tokoh-tokoh adat, tokoh agama, pegiat lingkungan dan lainnya untuk mensosialisasikan isu perubahan iklim.

oleh Ady Anugrahadi diperbarui 06 Des 2023, 03:24 WIB
Calon Presiden (Capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menghadiri pertemuan dengan partai pengusung bersama Tim Pemenangan Daerah (TPD) dan relawan di salah satu hotel di kawasan Balikpapan, Kaltim, Selasa (5/12/2023). (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo mendorong isu perubahan iklim dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. Menurut dia hal ini penting karena selama ini isu perubahan iklim belum banyak dipahami oleh masyarakat lokal.

"Bisa kita titipkan kepada kurikulum guru-guru mengenai isu perubahan iklim. Supaya anak-anak muda peduli pada isu itu,” kata Ganjar di sela-sela kunjungannya di Balikpapan, Kaltim, Selasa (5/12/2023).

Selain dimasukkan ke dalam kurikulum, Ganjar mengatakan, pihaknya menilai perlu menggandeng tokoh-tokoh adat, tokoh agama, penggiat lingkungan dan lainnya untuk mensosialisasikan isu perubahan iklim.

"Ilmu-ilmu baru inilah yang perlu disampaikan ke bawah," dia menegaskan.

Ganjar mencontohkan, pola sosialisasinya dengan pencangkokkan teknologi yang riil, seperti membahas energi panel.

“Oh ini energi panel, bisa lebih hemat. Bisa juga bicara transisi energi sistem transportasi penggunaan baterai, dengan harapan emisi bisa dikurangi,” kata Ganjar.

Selanjutnya bagaimana mengonservasi hutan untuk menjawab pasca-eksploitasi sumber daya alam. Intinya, kata dia, masyarakat mampu memitigasi kerusakan agar tidak lebih parah. “Jadi penting edukasi, edukasi tidak ada yang lain,” tandas dia.

Bank Dunia memperkirakan bahwa lebih dari 200 juta orang akan terpaksa bermigrasi karena dampak perubahan iklim pada 20250. Selain itu, perubahan iklim juga membuat jutaan orang jatuh miskin.

“Dan dalam 10 tahun ke depan, perubahan iklim dapat menyebabkan lebih dari 130 juta orang jatuh ke dalam kemiskinan," ungkap Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, Satu Kahkonen dalam kegiatan Climate Change and Indonesia's Future: An Intergenerational Dialogue yang disiarkan pada Senin (27/11/2023).

2 dari 2 halaman

Semua Negara Kena Dampak Perubahan Iklim

 

Kahkonen pun kembali mengingatkan bahwa tidak ada negara di dunia yang kebal terhadap dampak perubahan iklim.

“Seperti yang kita semua ketahui dengan baik, frekuensi dan tingkat keparahan kejadian terkait perubahan iklim sudah semakin meningkat. Saat ini, perubahan iklim berdampak pada seluruh populasi, dan kaum muda akan menanggung dampaknya,” ujarnya.

Satu menambahkan, hal ini tak terkecuali di Indonesia, dimana separuh penduduknya berusia di bawah 30 tahun.

Oleh karena itu, Satu menyampaikan, sangat penting untuk mengajak masyarakat dari semua generasi untuk berpartisipasi dalam diskusi mengenai perubahan iklim.

Bank Dunia percaya, aksi perubahan iklim dapat membantu Indonesia mencapai kemajuan lebih cepat dalam menciptakan kesejahteraan salah satu menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045.

Infografis Jelang Pendaftaran Capres-Cawapres, Mahfud MD Diumumkan Jadi Cawapres Ganjar. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya