Ma'ruf Amin Sebut Dialog dengan Tokoh Agama sampai Pegiat HAM Jadi Solusi Atasi Konflik Papua

Konflik yang terjadi di beberapa wilayah Papua masih kerap terjadi. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyatakan, langkah persuasif melalui dialog merupakan cara terbaik dalam mendapatkan solusi penanganan konflik.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 11 Oktober 2023, 11:25 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin memulai aktivitasnya berkantor di Papua. (Foto: Setwapres).

Liputan6.com, Jakarta Konflik yang terjadi di beberapa wilayah Papua masih kerap terjadi. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyatakan, langkah persuasif melalui dialog merupakan cara terbaik dalam mendapatkan solusi penanganan konflik.

“Saya kira kita sedang berusaha menghilangkan ketidakpercayaan itu melalui dialog dengan tokoh-tokoh agama, tokoh HAM, pegiat HAM tadi, dengan juga tokoh adat, dan berbagai pihak,” tutur Ma’ruf dalam keterangan tertulis, Rabu (11/10/2023).

Ma’ruf Amin mengungkapkan, selain melalui pertemuan resmi dengan pemangku kepentingan, pemerintah juga berupaya mengedepankan dialog dengan berbagai lapisan masyarakat.

“Banyak hal yang di luar rapat formal ini kita lakukan beberapa hal yang bisa kita selesaikan. Juga dialog-dialog di tingkat sektoral. Jadi kegiatan-kegiatan sektoral itu kita lakukan dialog,” ungkapnya.

Dengan demikian, sambung Ma’ruf, dialog tersebut dapat menjadi solusi terbaik untuk menemukan akar permasalahan setiap konflik dan menjembatani apa yang menjadi keinginan masyarakat Papua.

“Melalui itu kita harapkan hal-hal yang menjadi salah pengertian akan hilang. Akan terus kita lakukan itu dialog, dimana letaknya (ketidakpercayaan). Karena yang penting apa yang menjadi keinginan masyarakat Papua itu apa,” tuturnya.

Namun, Ma’ruf menegaskan bahwa dialog dengan kelompok-kelompok yang berseberangan akan terus dilakukan sepanjang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kalau untuk bicara merdeka tentu tidak ada (dialog). Kalau merdeka itu harga mati. Itu bukan solusi.” pungkasnya.

 

Kesan Pertama Wapres Ma'ruf Amin Berkantor di Papua dengan Pemandangan Laut

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memulai aktivitasnya berkantor di Papua mulai hari ini Selasa (10/10/2023). Ma'ruf menyampaikan kesannya bahwa berkantor di wilayah paling Timur Indonesia ini sebagai sesuatu yang menyenangkan.

"Saya merasa senang. Pertama, suasana kantornya bagus sekali," ungkap Wapres di ruang kerjanya di kompleks Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (10/10/2023).

Suasana kantor Ma'ruf di Papua itu memiliki pemandangan laut yang indah. Sehingga nuansanya terasa menyenangkan.

Ma'ruf juga merasa bahwa berkantor di Papua sangat produktif. Sebab, dirinya dapat bertemu langsung dengan masyarakat dan berbagai komunitas di Papua.

"Di belakangnya ada laut, kita menghadap laut dan saya juga bisa bertemu dengan berbagai komunitas," tuturnya.

 

Pertemuan dengan Berbagai Komunitas

Menurut Ma'ruf, pada hari pertama aktivitasnya di Papua ini, dia telah mengadakan pertemuan yang konstruktif dengan berbagai komunitas. Diantaranya dengan para tokoh penggiat kemanusiaan, hak asasi manusia (HAM), dan perdamaian Papua.

"Tadi juga bertemu dengan penggiat HAM untuk mendengarkan berbagai masalah, baik yang menyangkut kesejahteraan maupun masalah keamanan di Papua, termasuk masalah pendidikan, kesehatan," terangnya.

Selain itu, ia juga berencana bertemu dengan para tokoh gereja dan pengusaha lokal untuk mendengarkan berbagai perspektif yang berbeda tentang pembangunan di tanah Papua.

"Untuk kita jadikan sebagai masukan dalam rangka memperbaiki dan mengoptimalkan pembangunan di Papua," ujarnya.

 

Isu Keamanan

Lebih jauh, Wapres sangat menaruh perhatian terhadap isu keamanan yang masih mengganggu di beberapa wilayah Papua.

"Walaupun hanya beberapa kabupaten, kita melihat itu sesuatu yang serius dan perlu dibicarakan, bukan untuk masa sekarang , tetapi untuk menciptakan keamanan dan ketenangan secara berkelanjutan," ungkapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya