Kerja Sama Bidang Nuklir, Bapeten Gandeng UGM dan Kabupaten Maluku Tenggara

UGM melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu (24/5/2023).

oleh Yanuar H diperbarui 03 Jun 2023, 22:00 WIB
Ilustrasi Lipsus Nuklir

Liputan6.com, Yogyakarta - UGM bekerja sama dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terkait pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir melalui pengembangan sumber daya serta pelaksanaan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk pembangunan di Kabupaten Maluku Tenggara. Rektor UGM, Ova Emilia menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Bapeten dan Pemkab Maluku Tenggara untuk menjalankan kerja sama dengan UGM. 

“Kami perguruan tinggi didorong oleh Kemendikbudristek untuk bekerja sama dengan berbagai mitra di segala bidang. Misalnya dalam pengembangan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, bekerja sama dengan industri maupun komunitas yang memiliki tantangan berbeda di mana tidak ditemukan saat belajar di kampus,” paparnya, Rabu (24/5/2023).

Lebih lanjut Ova mengatakan saat ini pengayaan menjadi suatu keniscayaan sehingga sumber daya yang dihasilkan lebih unggul dan adaptif di tengah perubahan zaman. Melalui kerja sama dengan berbagai mitra tentang pengawasan tenaga nuklir ini harapannya dapat melahirkan karya-karya inovatif anak  bangsa untuk generasi yang akan datang.

“Kerja sama ini harapannya bisa memperkuat jejaring kemitraan dan produktivitas bersama yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa,”ucapnya.

Sementara itu, Plt. Bapeten, Sugeng Sumbarjo, mengatakan sebelumnya pihaknya pernah bekerja sama dan penandatangan kerja sama kali ini merupakan bentuk penguatan kerja sama tersebut. Beberapa bentuk kerja sama dengan UGM antara lain mengirimkan SDM untuk studi lanjut program pascasarjana, membuat unit kajian dengan FMIPA dan FT, bantuan kepakaran, melakukan review perizinan keselamatan dan bantuan penyusunan rencana induk teknologi informasi dan komunikasi.

“Tantangan ke depan adanya target zero emisson pada tahun 2060 dan pembanguan pembangkit listrik tenaga fosil secara bertahap akan dikurangi dan dihentikan diganti dengan energi baru terbarukan, salah satunya adalah energi nuklir sebagai alternatif pembangkit listrik. Oleh sebab itu kami membutuhkan bantuan dalam melakukan kajian terkait nuklir ini dengan para mitra termasuk UGM,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun mengatakan Kabupaten Maluku Tenggara memerlukan bantuan pakar-pakar dari UGM dalam pengembangan pembangunan dan menyelesaikan berbagai persoalan di daerah. Adapun kerja sama yang menjadi prioritas adalah di bidang biologi, teknologi pangan, teknologi haisl hutan, teknik mesin, teknik industri, antropologi, sosial politik, akuntansi, kesehatan masyarakat, teknik informatika, serta geografi.

“Selama ini banyak mahasiswa KKN yang dikirim dan banyak berkontribusi dalam membantu masyarakat Maluku Tenggara. Kami berharap UGM juga bisa membantu membangun Maluku Tenggara yang masuk dalam pulau terluar dan perbatasan melalui kepakaran yang dimiliki,” harapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya