Bupati Hamim Ancam Copot Kepala Puskesmas Bermasalah di Bonebol

Bupati Bonebol Hamim mengancam akan mencopot Kepala Puskesmas yang tidak menunjukkan kinerja baik.

oleh Arfandi Ibrahim diperbarui 04 Mei 2023, 12:00 WIB
Bupati Bone Bolango (Bonebol) Hamim Pou saat memimpin rapat rencana pembentukan perda retribusi bagi investor batu hitam. Foto:Onal (Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Gorontalo - Bupati Bone Bolango, Hamim Pou kumpul Kepala Puskesmas (Kapus) se-Bone Bolango. Hal ini dilakukan Bupati dalam rangka mengevaluasi program kinerja tahun 2022 terkait program peningkatan Indeks Keluarga Sehat (IKS) serta serapan anggaranya.

Digelar di aula Bappeda Bone Bolango, evaluasi kinerja kali ini, Bupati Hamim yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan, dr. Meyrin Kadir serta Kepala Badan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Iwan Mustapa.

Dari agenda evaluasi tersebut, terungkap masih rendahnya capaian IKS di beberapa Puskesmas. Jika dilihat data IKS, hampir semua Puskesmas berkategori tidak sehat dengan rata-rata capaian kurang dari 0,5 persen dan hanya ada 1 Puskesmas yang masuk dalam kategori prasehat yaitu Kabila Bone.

"Dari penilaian ini saya memerintahkan kepada anda semua Kepala Puskesmas, tahun depan tidak ada lagi Puskesmas di Bone Bolango yang tidak sehat. Data ini harus dipertanggungjawabkan keabsahannya hingga di tingkat bawah," kata Hamim.

Hamim pun menegaskan setiap bulan harus ada laporan kinerja dari tiap puskesmas dari tiap Puskesmas di Bone Bolango. Bahkan, Hamim megancam akan mencopot Kepala Puskesmas yang tidak menunjukkan kinerja baik.

"Hati-hati dengan yang berperingkat 10 sampai 20 saya akan ganti begitu juga yang ada masalah dengan pelayanan publik langsung saya akan copot," tegasnya.

Ia menambahkan, anggaran Puskesmas yang lebih besar dari Kecamatan bahkan Dinas harus berdampak pada perbaikan derajat kesehatan di masing-masing Puskesmas.

"Ke depan permasalahan stunting, AKI, AKB, TBC, PTM, dan Hipertensi harus tertangani dengan baik," ujar Hamim.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kabila Bone, Herlina S Pakaya yang sukses membawa puskesmas tersebut meraih kategori prasehat menjelaskan raihan tersebut diperoleh secara maintenance dari angka 0,11, 0,38 hingga berada pada angka 0,51 persen.

"Kami belajar dari tahun-tahun kemarin walaupun tanpa anggaran kita tetap bekerja keras dan terus berdoa serta berfokus pada angka yang prasehat secara door to door untuk melakukan intervensi dan selanjutnya di-input datanya," jelas Herlina.

Ia pun dengan penuh semangat menargetkan pada 2023 ini, Puskesmas Kabila Bone bisa mengalami peningkatan menjadi puskesmas dengan kategori sehat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya