Kisah Polisi Gugur di Tangan Pelaku Curanmor Jadi Cikal Tim Anti-Bandit Lampung

Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 merupakan tim khusus yang dibentuk oleh mantan Kapolda Lampung, Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong. Ada kisah di balik pembentukan tim khusus ini.

oleh Ahmad Husin diperbarui 03 Sep 2022, 18:00 WIB
Tim yang menjadi ujung tombak pemberantasan pelaku kejahatan di wilayah hukum Polda Lampung, terbentuk sejak 30 Agustus 2015.

Liputan6.com, Lampung Tim khusus anti-bandit (Tekab) 308 merupakan tim khusus yang dibentuk oleh mantan Kapolda Lampung, Brigjen Pol (Purn) Edward Syah Pernong. Tim yang menjadi ujung tombak pemberantasan kejahatan di wilayah hukum Polda Lampung itu terbentuk sejak 30 Agustus 2015.

Kala itu, Edward Syah Pernong memerintahkan jajarannya untuk menangkap pelaku penembakan anggota Brimob Polda, Bharada Jefry Saputra. Bharada Jefry tewas ditembak oleh pelaku curanmor saat sedang mengambil uang di ATM sekitaran wilayah Kedaton, Bandar Lampung, 27 Agustus 2015.

"Sebelum ditembak, pelaku ini sempat membawa kabur motor milik Bharada Jefri yang parkir di depan ATM," ujar Edward Syah Pernong, saat menghadiri HUT ke-7 Tekab 308 di Mapolda Lampung, Selasa (30/8/2022).

Melihat hal tersebut, Bharada Jefry berusaha mengejar para pelaku. Ternyata sekelompok orang pelaku melengkapi diri dengan senjata api. Salah satu pelaku langsung melepaskan tembakan, yang mengakibatkan dua butir peluru bersarang di tubuh Bharada Jefry.

Pascakejadian, sebagai Kapolda, Edward Syah Pernong langsung menuju TKP dan membagi tugas untuk menangkap pelaku penembakan tersebut. 

"Atas apa yang menimpa Bharada Jefry, dibentuklah tim khusus untuk memburu kawanan pelaku curanmor yang menembak mati personel Brimob Polda Lampung," ujarnya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, tim yang baru dibentuk ini langsung bergerak cepat memburu keberadaan pelaku. Beberapa hari setelah kejadian, tim berhasil menangkap 3 orang pelaku yang terlibat penembakan Bharada Jefry pada 30 Agustus 2015. 

Sejak saat itu, tanggal dan bulan pengungkapan kasus penembakan Bharada Jefry ini diabadikan sebagai pendamping nama Tekab menjadi Tekab 308.

Tekab 308 ada di setiap masing-masing wilayah jajaran Polda Lampung yang ditugaskan untuk memburu dan menangkap para pelaku tindak kejahatan yang kerap meresahkan masyarakat.

"Sampai hari ini Tim Tekab 308 masih di hati masyarakat. Karena sudah banyak torehan prestasi yang dicapai sehingga menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin," katanya.

Sementara itu, Kapolda Lampung Irjen Pol Akhmad Wiyagus mengaku bangga dengan tim Tekab 308 dalam melakukan penanganan dan pengungkapan berbagai macam tindak kejahatan.

Terbukti dengan, sebanyak 15 personel Tekab 308, mendapat penghargaan langsung dari Kapolda Lampung atas keberhasilannya mengungkap tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polda Lampung.

Wiyagus menyebut, dibentuknya Tim Khusus Anti Bandit Tekab 308 adalah bukti nyata keseriusan Polda Lampung dan jajarannya untuk merespon segala bentuk tindak pidana dan khususnya kejahatan jalanan.

"Kita ketahui saat ini kepercayaan masyarakat terhadap Polri sedang diuji, indeks kepercayaan terhadap Polri yang turun drastis merupakan indikasi diperlukannya kerja keras seluruh jajaran," ucap Wiyagus.

Untuk itu, Wiyagus menekankan beberapa hal kepada jajarannya yang harus dilaksanakan dan dipedomani dalam bertugas. Pertama, layani laporan dan pengaduan masyarakat dengan baik.

Kedua, lanjut Wiyagus, gunakan segala sumber daya yang ada baik personil maupun materil dalam mengungkap setiap peristiwa tindak pidana. "Ketiga, tindak dengan tegas dan terukur para pelaku kejahatan," dia memungkasi.

 

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya