Banjir di Kabupaten Maros Berangsur Surut

Banjir yang merendam sekitar 300 rumah di dua kelurahan di Kabupaten Maros, Sulsel, mulai surut. Namun di Kecamatan Marusu, dinding pembatas sungai runtuh akibat terkikis derasnya arus air.

oleh Liputan6 diperbarui 21 Feb 2003, 14:32 WIB
Liputan6.com, Maros: Banjir yang merendam sekitar 300 rumah di Kelurahan Alliritengae dan Kelurahan Petu Ade, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, mulai surut. Aktivitas warga juga sudah berjalan seperti biasa, meski banjir menyisakan kotoran yang menyelimuti jalan dan sekitar rumah warga. Demikian pemantauan SCTV dari Kota Maros, Sulsel, baru-baru ini.

Kendati banjir telah surut, saluran pembuangan air atau klep air menuju Sungai Maros yang rusak hingga kini belum diperbaiki. Padahal, menurut warga, kondisi ini turut menyumbang meluasnya genangan air akibat meningkatnya debit air sungai, yang kembali memenuhi saluran air dari arah pemukiman penduduk [baca: Ratusan Rumah di Maros Terendam Banjir ].

Sementara di Kecamatan Marusu, dinding pembatas sungai runtuh akibat terkikis derasnya arus air. Ini menyebabkan lahan dan kebun milik warga setempat terancam longsor, mengingat arus air hingga kini masih cukup tinggi. Selain itu, kerusakan ini juga menyebabkan lebih dari 400 hektare sawah di Kecamatan Mandae terendam air. Sebab aliran air dari sawah menuju sungai tertutup timbunan beton dinding sungai yang runtuh.(PIN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya