Liputan6.com, Jakarta - Menurut penelitian yang dilakukan oleh Saxo Markets UK, 56 persen investor berusia 18 hingga 34 tahun berencana untuk meningkatkan investasi di industri aset digital.
Saxo Markets UK adalah anak perusahaan berlisensi dari Saxo Bank, sebuah perusahaan fintech yang berfokus pada perdagangan dan investasi multi-aset.
Advertisement
Penelitian yang dilakukan ini, tidak hanya menunjukkan peningkatan investasi dari mayoritas investor muda, tetapi juga menunjukkan mereka waspada terhadap risiko yang ada pada pasar digital.
Kekhawatiran terbesar bagi investor muda adalah volatilitas pasar yang suatu saat dapat menyebabkan crash cryptocurrency atau jatuhnya harga cryptocurrency.
Regulasi di pasar global telah menjadi masalah utama dan tidak berubah karena 59 persen investor muda mengatakan mereka akan meningkatkan alokasi investasi mereka ke cryptocurrency jika industri ini mendapat regulasi global dengan benar.
Pengaruh media sosial tidak berhenti untuk memberikan pelajaran dan informasi seputar bagaimana dan di mana harus berinvestasi. Reddit, Twitter, dan Facebook dipandang sebagai platform media sosial terpenting untuk berinvestasi pada 2022.
Dua dari sepuluh investor menyarankan Instagram, meskipun ada peningkatan penggunaan influencer untuk memikat investor retail.
CEO Saxo Markets UK, Charles White-Thomson, mengatakan pembelajaran kritis pasar di samping diversifikasi portofolio adalah apa yang akan menempatkan investor muda di jalur yang benar.
“Banyak investor seperti itu, bagaimanapun, tidak menyaksikan jatuhnya pasar atau krisis keuangan besar,” katanya, seperti dikutip dari Yahoo Finance, Senin (31/1/2022).
Investor muda tersebut juga dinilai berupaya untuk diversifikasi aset.
"Sangat penting bahwa di samping peningkatan aktivitas investasi mereka, mereka tidak hanya mencari sumber informasi investasi yang kredibel tetapi juga berupaya mendiversifikasi kepemilikan mereka untuk memastikan bahwa setiap keuntungan baru-baru ini dilindungi daripada dihapuskan,” pungkasnya.
* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Harga Kripto pada 31 Januari 2022
Sebelumnya, harga bitcoin, ethereum dan jajaran kripto teratas harus kembali melemah mengawali awal pekan, Senin pagi, 31 Januari 2022.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin pagi, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC) melemah dalam satu hari terakhir sebesar 1,17 persen. Namun dalam sepekan masih menguat 6,48 persen.
Saat ini, harga BTC berada di level USD 37.664,82 per koin atau setara Rp 541,7 juta (asumsi kurs Rp 14.383 per dolar AS).
Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua mengikuti jejak BTC yang melemah dalam 24 jam terakhir. ETH melemah sebesar 1,61 persen dalam satu hari terakhir. Namun, dalam sepekan masih menguat sebesar 5,36 persen. Dengan begitu, saat ini ETH berada di level USD 2.561,62 per koin.
Kripto selanjutnya, Binance coin (BNB) yang pagi ini terlihat melemah. Dalam 24 jam terakhir BNB melemah sebesar 3,66 persen, tetapi dalam sepekan masih menguat sebesar 2,13 persen. Hal itu membuat BNB berada di level USD 375,63 per koin.
Sedangkan, Solana (SOL) pagi ini kembali melemah setelah beberapa hari lalu sempat menguat. Dalam satu hari terakhir sebesar 3,65 persen dan sebesar 2,87 persen dalam sepekan. Saat ini harga SOL berada di level USD 92,52 per koin.
Adapun, Cardano (ADA) mengikuti jejak Solana yang ikut melemah dalam 24 jam terakhir sebesar 2,92 persen dan sebesar 3,49 persen dalam sepekan. Dengan begitu, ADA berada pada level USD 1,04 per koin.
Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD coin (USDC), meskipun sedikit turun, tetapi masing-masing harganya masih stabil. USDT masih berada di level USD 1,00. Namun, USDC yang sempat menurun harganya, kali ini telah kembali ke level USD 1,00.