5 Tradisi Unik Perayaan Natal di Berbagai Negara

Lantas seperti apasih tradisi perayaan Natal di berbagai negara?

oleh Camelia diperbarui 26 Des 2021, 01:01 WIB
Umat Kristen mengunjungi kandang yang didekorasi khusus untuk perayaan Natal, di lingkungan Kristen Islamabad, Pakistan, Jumat (24/12/2021). (AP Photo/Anjum Naveed)

Liputan6.com, Jakarta Hari Natal nampaknya menjadi hari yang sangat dinantikan bagi para umat kristiani. Itu mengapa seluruh umat kristiani menyambut Natal dengan penuh suka cita. Untuk merayakan Hari Natal, biasanya umat Kristiani di dunia akan berkumpul bersama keluarga dan kerbat terdekat.

Tentu banyak cara yang dilakukan ketika merayakan Hari Natal tersebut. Ternyata umat kristiani di beberapa negara di dunia memiliki cara berbeda-beda dalam merayakan Hari Natal. Lantas seperti apasih tradisi Natal di berbagai negara? Dikutip dari berbagai sumber, berikut ulasannya.

Swedia

Pohon Natal, bulan sabit, dan bangunan apartemen yang didekorasi untuk perayaan Tahun Baru terlihat di alun-alun pusat di Argun, sekitar 17 km. (11 mil) timur Grozny, ibu kota republik Chechnya, Rusia, Kamis (23/12/2021). (AP Photo/Musa Sadulayev)

Perayaan Natal di Sweida terbilang cukup unik. Di Swedia, tak lengkap rasanya jika Hari Natal tak dirayakan dengan hadirnya figur kambing Yule Swedia. Di tengah-tengah area Gavle, penduduk setempat akan membuat kambing setinggi 13 meter dari bahan jerami. Tak lupa ditambah hiasan lampu agar lebih cantik.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Australia

Sebuah band kuningan kecil memainkan lagu-lagu Natal untuk pembeli di sebuah mal di Johannesburg, Jumat (24/12/2021). (AP Photo/Denis Farrell)

Orang-orang di Australia umumnya merayakan Hari Natal di tempat-tempat yang dingin seperti kolam renang, pantai, atau pun pusat perbelanjaan. Tak hanya berkumpul dan makan bersama di malam Natal, bermain kriket dan perlombaan perahu dayung dari Sydney ke Hobart merupakan acara yang sangat dinantikan oleh setiap keluarga nasrani di Australia

3 dari 5 halaman

Meksiko

Pramuka Palestina berparade melalui Manger Square di Church of the Nativity, yang secara tradisional diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus, selama perayaan Natal, di kota Betlehem, Tepi Barat, Jumat (24/12/2021). (AP Photo/Mahmoud Illean)

Umat nasrani merayakan Natal dengan mengadakan festival selama 9 hari lamanya. Setiap malamnya akan ada pertunjukan dari berbagai anggota keluarga yang berbeda.

Mereka juga biasanya berjalan ke rumah-rumah warga yang sedang merayakan Natal. Tak hanya itu mereka akan memecahkan boneka (pinata) yang terbuat dari tanah liat sehingga membuat seluruh hadiah dari boneka tersebut akan jatuh menghujani peserta.

4 dari 5 halaman

Norwegia

Umat Kristen Arab Israel merayakan parade Natal tahunan di Nazareth, Israel, Jumat (24/12/2021). (AP Photo/Ariel Schalit)

Menjelang malam Hari Natal orang-orang di Norwegia akan menyembunyikn sapu di rumahnya. Pasalnya menurut tradisi di sana mereka percaya menjelang natal akan ada arwah jahat dan para penyihir akan keluar untuk mencari sapu supaya bisa dikendarai. Itu mengapa mereka menyembunyikan sapu untuk menghindari hal tersebut.

5 dari 5 halaman

Kolombia

Karyawan toko mainan berpose, mengenakan masker wajah melawan pandemi yang sedang berlangsung, saat mereka menyapa pembeli di toko di Regent Street pada Malam Natal di London, Jumat (24/12/2021). (AP Photo/Alastair Grant)

Menjelang Hari Natal, ada tradisi yang disebut Dia de las Velitas di Kolombia. Tradisi itu mengharuskan oang-orang di Kolombia menaruh lilin kecil. Hal ini dilakukan untuk menghormati Bunda Maria. Biasanya mereka menempatkan lilin kecil di jendela, balkon, sampai dengan pekarangan rumah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya