Mengintip Peternakan Cacing Super di Kuwait, Berprotein Tinggi dan Digadang-gadang Jadi Santapan

Pengusaha Kuwait Jassem Buabbas mengembangbiakkan cacing super di peternakannya di Kabad, Kuwait.

oleh Tira Santia diperbarui 27 Jun 2021, 15:38 WIB
Sejumlah cacing super terlihat di peternakan Jassem Buabbas, Kabad, Kuwait, 20 Mei 2021. Jassem Buabbas telah bertahun-tahun membiakkan cacing super untuk pakan ternak. (YASSER AL-ZAYYAT/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Apa yang Anda rasakan ketika mendengar kata cacing?. Mungkin ada yang bergidik geli, takut atau biasa saja dengan hewan melata ini.

Buat yang merasa geli atau jijik dengan hewan ini, mungkin bisa berpikir ulang. Hewan ini ternyata bisa menjadi ladang cuan.

Seperti dilakukan pengusaha Kuwait Jassem Buabbas yang mengembangbiakkan cacing super di peternakannya di Kabad, Kuwait.

 

Sejumlah cacing super terlihat di peternakan Jassem Buabbas, Kabad, Kuwait, 20 Mei 2021. Jassem Buabbas telah bertahun-tahun membiakkan cacing super untuk pakan ternak. (YASSER AL-ZAYYAT/AFP)

Di sebuah ruangan kecil dan gelap di luar Kota Kuwait, Buabbas menempatkan larva cacing, untuk dikembangbiakkan,  ke dalam kotak transparan di atas dedak dan tepung jagung.

Ternyata, Jassem Buabbas telah bertahun-tahun menjadi peternak cacing super untuk dijual sebagai pakan ternak. 

 

 

 

 

Sejumlah cacing super ditempatkan dalam wadah di peternakan Jassem Buabbas, Kabad, Kuwait, 20 Mei 2021. Saat ini, Jassem Buabbas berharap cacing super bisa menjadi makanan warga Teluk. (YASSER AL-ZAYYAT/AFP)

Bahkan, dia berharap cacing super bisa menjadi makanan warga Teluk. Seperti serangga yang  telah lama menjadi santapan warga di beberapa negara. 

Cacing terkenal karena kandungan proteinnya yang tinggi. "Ambisi saya adalah cacing menjadi alternatif makanan yang sukses bagi manusia," katanya kepada AFP.

 

Sejumlah cacing super terlihat di peternakan Jassem Buabbas, Kabad, Kuwait, 20 Mei 2021. Diperkirakan sebanyak 1.000 spesies serangga muncul di piring makan sekitar dua miliar orang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. (YASSER AL-ZAYYAT/AFP)

Diperkirakan sebanyak 1.000 spesies serangga muncul di piring makan sekitar dua miliar orang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Serangga selama ini memang kerap menjadi santapan di negara-negara seluruh dunia. Bahkan diprediksi 1.000 spesies muncul di piring makan sekitar dua miliar orang di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Selain cacing super, Jassem Buabbas juga membiakkan kumbang Darkling. 

 

Pengusaha Kuwait Jassem Buabbas menunjukkan kumbang Darkling dalam ruangan khusus di peternakannya di Kabad, Kuwait, 20 Mei 2021. Serangga dimakan secara luas di seluruh dunia. (YASSER AL-ZAYYAT/AFP)

Namun terlepas dari makanan tradisional, pasta jangkrik dan smoothie tepung ulat telah menjadi tren makanan terbaru di beberapa ibu kota dunia. Panganan hewan ini kerap dipromosikan sebagai alternatif makanan sumber protein.

Beberapa negara Teluk bahkan memiliki tradisi mengkonsumsi belalang kering dan dipanggang. Ini terjadi saat hewan ini  banyak ditemukan ketika terjadi wabah.

Serangga dianggap sebagai makanan yang melezatkan oleh beberapa orang, meskipun konsumsi makanan ini sudah mulai tidak diminati di zaman modern.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya