CEO Twitter Beri Sinyal Kerja dari Rumah Jadi Tren Saat Pandemi Usai

Pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk bekerja di rumah. Namun, apakah konsep bekerja di rumah akan tetap dilakukan pascapandemi?

oleh Liputan6.com diperbarui 19 Sep 2020, 08:52 WIB
Sebagai brand kecantikan lokal yang konsisten mempercantik penampilan perempuan Indonesia, Dear Me Beauty kembali menyuguhkan produk inovatif. Cocok untuk menemanimu WFH selama masa isolasi diri. (Photo by Mimi Thian on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta Hampir 6 bulan pandemi Covid-19 membuat dunia terhenti dan masyarakat harus melakukan pekerjaannya di rumah.

Meskipun beberapa pekerjaan atau kantor sudah mulai melakukan aktivitas pekerjaan di kantor, terdapat pengurangan jumlah karyawan yang bekerja di dalamnya.

Tampaknya banyak perusahaan yang telah merancang cara kerja yang terencana dan efektif walaupun dari rumah.

Dengan demikian, karyawan pun tidak harus mengeluarkan biaya tambahan, seperti biaya perjalanan dan biaya makan siang.

CEO Twitter, Jack Dorsey, mengatakan, “Jika karyawan kami berada dalam peran dan situasi yang memungkinkan mereka bekerja dari rumah dan ingin terus melakukan selamanya, kami akan mewujudkannya."

Namun, jika tidak akan ada beberapa masalah lagi, saat merasa aman untuk kembali, maka membuka kantor akan menjadi keputusan yang tepat.

"Kapan karyawan akan kembali (ke kantor) akan menjadi hak mereka,” jelas dia mengutip dari Timesofindia, Sabtu (19/9/2020).

Covid-19 tampaknya telah memungkinkan cara efektif untuk melakukan berbagai hal di rumah. Padahal, sebelumnya mungkin tidak ada terlintas satu kata pun untuk bekerja dari rumah.

Dengan perusahaan mengikuti anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah, pekerja dan manajemen langsung dengan cepat menyesuaikan diri dengan pengaturan yang baru. Namun, bekerja dari rumah terbukti lebih sukses dari yang pernah dibayangkan.

 

Reporter: Tasya Stevany

Saksikan video di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya