Olahan Ikan Sidat Jadi Menu Favorit di Jepang

Ikan Sidat termasuk hewan yang istimewa karena tidak bisa hidup di sembarang tempat. Di Banyuwangi, hewan yang juga dikenal dengan nama Oling ini dibudidayakan dengan baik.

oleh Liputan6.com diperbarui 19 Jan 2020, 07:18 WIB
Ikan sidat terkenal hanya mau hidup di perairan yang bersih. Ia berkembang di air tawar, tetapi berkembang biak di laut. (dok. bpsplpadang.kkp.go.id/Dinny Mutiah)

Liputan6.com, Jakarta - Ikan Sidat dibudidayakan dengan baik di Banyuwangi sehingga menjadi komoditas ekspor hingga ke Jepang. Olahan ikan ini menjadi menu favorit di Jepang sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Ikan Sidat termasuk hewan yang istimewa karena tidak bisa hidup di sembarang tempat. Di Banyuwangi, hewan yang juga dikenal dengan nama Oling ini dibudidayakan dengan baik. Demikian dikutip dari tayangan Fokus, Minggu (19/1/2020).

Budidaya Ikan Sidat ini juga didukung dengan kondisi air di wilayah tersebut yang minim bakteri. Hewan ini harus hidup di aliran air yang benar-benar bersih sehingga dapat berkembang dengan baik.

Hewan melata ini memiliki kandungan protein setara dengan ikan salmon. Produk olahan ikan oling di pasaran sangat mahal karena bibitnya hanya bisa ditangkap di alam. Hampir 80 persen bibit ikan sidat didapat dari petani, dan pengepul.

“Kita juga punya pengepul rekanan biasanya di Pelabuhan Ratu dan Pantai Selatan Jawa. Sebagian besar dari Pelabuhan Ratu, hampir 80 persen dari Pelabuhan Ratu.  Ikannya kita kirim ke sini pakai pesawat via Bali karena ada proses karantina, lalu kita masukkan ke sini. Itu ikan size waktu kedatangan itu 0,17 gram,”  ujar Pengelola Budidaya Ikan Sidat Marc Wasistha.

Kemudian bibit sidat dirawat di pembenihan sampai usia 240 hari, atau bobot 10 gram. Setelah itu baru dipindah ke kolam luar ruangan. Ikan baru bisa dipanen pada saat bobot sudah mencapai 280 gram, atau berumur 810 hari.

Pesatnya budidaya ikan sidat di Banyuwangi, membuat permintaan ekspor sidat dari luar negeri terus melonjak, salah satunya Jepang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas  menuturkan, pengembangan budidaya Oling ini baik karena ekosistem yang baik. Banyuwangi, menurut Azwat dianggap ekosistem dan airnya bagus sehingga Oling bisa berkembang.

“Kami bersyukur tahun ini dari 92 sudah bisa ekspor. Kali ini perdana Rp 6,1 miliar tentu ini positif melengkapi bagaimana komoditas yang dihasilkan di Banyuwangi orientasinya ekspor,” ujar Azwar.

Di Jepang, olahan ikan ini merupakan jenis makanan berkelas premium. Dengan suksesnya ekspor Ikan Sidat dari Banyuwangi ke Jepang ini membuktikan kualitas ikan sidat asal Banyuwangi benar-benar memiliki kualitas yang sangat tinggi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya