Jurnalis Indonesia Tertembak Peluru Karet Saat Meliput Demo Hong Kong

Wartawan asal Indonesia menjadi korban penembakan peluru karet saat meliput demonstrasi di Hong Kong

oleh Raden Trimutia Hatta diperbarui 29 Sep 2019, 20:05 WIB
Pengunjuk rasa menghindari gas air mata yang ditembakan oleh polisi anti huru hara di luar gedung Dewan Legislatif, Hong Kong, Rabu (12/6/2019). Polisi Hong Kong telah menggunakan gas air mata ke arah ribuan demonstran yang menentang RUU ekstradisi yang sangat kontroversial. (AP Photo/Vincent Yu)

Liputan6.com, Jakarta Jurnalis berkewarganegaraan Indonesia menjadi korban penembakan peluru karet saat meliput demonstrasi di Hong Kong, Minggu (29/9/2019). Informasi yang diterima Liputan6.com, jurnalis itu bernama Veby Mega Indah.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong dalam laman Facebook-nya menyatakan telah menerima laporan adanya wartawan asal Indonesia dari media Suara Hong Kong tertembak peluru karet. Insiden itu terjadi saat Veby meliput unjuk rasa di wilayah Wan Chai.

"KJRI langsung berkoordinasi dengan pihak otoritas setempat dan rekan-rekan wartawan untuk memastikan kondisi yang bersangkutan dan menyiapkan segala bantuan dan pendampingan," tulis KJRI.

Saat ini, ungkap pihak KJRI, Veby telah mendapatkan perawatan tim medis dan dibawa ke rumah sakit. "Yang bersangkutan dalam keadaan sadar."

KJRI pun mengimbau WNI dan para pekerja migran Indonesia untuk menjauhi lokasi unjuk rasa di Hong Kong. Antara lain, "di daerah Causeway Bay, Wan Chai, Admiralty, dan Central."

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya