Soal Penyelenggaraan GBK Race, Kemenpora Minta Klarifikasi ke Pihak Pengelola

Ajang balap mobil GBK Race yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada 4-6 Oktober viral di media sosial.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 23 September 2019, 14:22 WIB
Warga bersepeda di kawasan lingkar luar Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (21/1). Pascarenovasi, kawasan sekitar Stadion GBK kembali dipadati warga yang berolahraga. (Liputan6.com/Helmi Fithransyah)

Jakarta - Ajang balap mobil GBK Race-Time Attack Challenge, yang akan digelar di Gelora Bung Karno (GBK) pada 4-6 Oktober menjadi viral di media sosial. Warganet menentang kawasan sekitar GBK dijadikan ajang tersebut.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun tidak tinggal diam. Mereka mengingatkan kepada pengelola kompleks GBK untuk mempertimbangkan secara matang pemberian izin balap mobil GBK Race.

"Kemenpora sangat berharap pada PP GBK untuk sangat berhati-hati supaya masalah rencana tersebut dipertimbangkan nilai kemanfaatannya bagi publik atau sebaliknya, karena bisa berpotensi menimbulkan kegaduhan publik yang tidak perlu," ujar Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/9/2019).

Dalam poster yang beredar di media sosial, event itu bertajuk GBK Race. Hal itu menjadi perbincangan warganet karena telah menyalahi aturan lingkungan olahraga.

Bahkan beredar sebuah video yang memperlihatkan mobil balap melaju di area GBK. Menurut pengelola, mobil itu sedang melakukan tes kecepatan, bukan sedang balapan.

Gatot mengaku telah mengadakan pembicaraan dengan Direktur Utama Pusat Pengelola Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK) Winarto perihal klarifikasi akan diselenggarakannya GBK Race.

Menurut Gatot, pihak pengelola tidak membantah tentang kegiatan otomotif itu. Perihal mobil balap yang melaju di GBK berdasarkan keterangan dari pengelola, merupakan simulasi untuk selanjutnya dilakukan evaluasi lanjutan.

"Yang hasilnya sedang dianalisis untuk dirapatkan pada Senin antara penyelenggara dengan GBK untuk mengetahui apakah go or not go. Juga disebutkan, bahwa kegiatan tersebut hanya akan mengambil jam kosong (siang hari) dan tidak pas sedang crowded (pagi, sore, Sabtu dan Minggu)," kata Gatot, seperti dilansir Antara

 


Adu Kecepatan

Gatot mengatakan pihak pengelola mengatakan kegiatan itu tidak dalam bentuk balapan, hanya sebatas memutari jalan yang sudah dirancang. Namun, Kemenpora berpandangan bahwa istilah itu mengacu pada adu kecepatan.

"Istiralah race secara hukum berkonotasi balapan atau kecepatan. Kalau satu mobil muter dan kecepatan tinggi dan kemudian mobil berikutnya gantian muter, ya berarti ada race karena diperbandingkan kecepatannya," kata dia.

Lanjut Baca:

Meski begitu, Kemenpora meminta agar pihak pengelola tetap menjaga marwah GBK sebagai prasarana yang diidentikkan sebagai kegiatan olahraga. Apalagi aksesnya dilakukan di tempat terbuka. Meskipun balap mobil masuk dalam cabang olahraga, namun wajib diselenggarakan di tempat khusus yakni arena balapan. "Kegiatan otomotif sebagai olahraga adalah sangat didukung oleh Kemenpora, tetapi ada venuenya tersendiri," kata dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya