PSI: Jokowi Bukan Petugas Partai, tapi Presiden Rakyat

PSI tidak akan memainkan standar ganda dalam urusan dukung-mendukung Jokowi. Partainya akan total menjaga Jokowi di parlemen dari manuver politik pihak oposisi.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 12 April 2019, 09:28 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie (FOTO: Liputan6.com/Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum PSI Grace Natalie mengatakan, Presiden Joko Widodo bukan petugas partai. Ia menilai Jokowi sebagai presiden pilihan rakyat mesti dibela dan bukan justru diganggu dengan rongrongan jabatan oleh orang-orang di sekitarnya.

"Bagi PSI, Pak Jokowi bukan petugas partai. Beliau adalah presiden rakyat yang harus dibela serius secara politik, bukan malah dirongrong untuk meminta jabatan ini itu," kata Grace dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Menurut dia, PSI tidak akan memainkan standar ganda dalam urusan dukung-mendukung Jokowi. Partainya akan total menjaga Jokowi di parlemen dari manuver politik pihak oposisi.

"PSI tidak akan pernah menjadi partai pendukung rasa oposisi. PSI akan menjadi partai utama pendukung Jokowi di Senayan yang terdepan menghadapi serangan, fitnah hoaks, dan politisasi agama yang dibuat oposisi," ujarnya.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tak Akan Berkoalisi dengan PKS

Grace menegaskan, pernyataan Sekjen PSI Raja Juli Antoni, yang sempat menjadi perbincangan beberapa waktu belakangan, yakni PSI tidak akan pernah menjadi mitra koalisi PKS, di semua tingkat politik nasional dan lokal.

"Saya ingin mempertegas pernyataan Sekjen PSI beberapa hari lalu, bahwa PSI tidak akan pernah berkoalisi dengan PKS di semua Pemilihan Umum Kepala Daerah," pungkasnya.

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya