Gara-Gara Status di Medsos, Pelajar SMP di Palembang Nyaris Tewas Dikeroyok

Salah satu pengeroyok pelajar SMP di Palembang itu juga sama-sama berusia 14 tahun. Ia disebut tak hanya memukuli, tapi juga nyaris menikamkan pecahan kaca pada korban.

Oleh JawaPos.com diperbarui 23 Sep 2018, 01:01 WIB
Gara-gara status di media sosial, Suwandy nyaris tewas dikeroyok teman kecilnya sendiri. Tidak terima ia pun melaporkan hal tersebut ke Mapolresta Palembang, Jumat (21/9). (Alwi Alim/JawaPos.com)

Palembang - Nasib nahas menimpa Suwandy, pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang. Pasalnya hanya gara-gara status media sosial, pelajar 14 tahun tersebut nyaris tewas usai dikeroyok teman kecilnya sendiri.

Usut punya usut, hal itu dipicu status Suwandy di media sosial yang menyinggung pelaku berinisial KR (14). Tidak terima dengan ulah temannya tersebut, Suwandy memilih melaporkan KR ke Mapolresta Palembang, Jumat, 21 September 2018.

Di hadapan polisi, Suwandy menceritakan kejadian ini bermula saat dirinya pulang dengan melintasi kawasan Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang. KR bersama rekannya tiba-tiba mengadangnya di jalan.

Tanpa basa-basi, remaja itu langsung memukul Suwandy. Seolah tak puas, KR sempat mengambil pecahan botol untuk menusuk dirinya. Beruntung, ia sempat mengelak dan mengenai lengan kirinya.

"Saya tidak menyangka pak, karena KR ini teman kecil saya," katanya.

Menurutnya, KR melakukan ini karena menyangka dirinya menghina pelaku melalui status di Facebook-nya. Padahal, Suwandy merasa tidak pernah melakukannya. "Dia (pelaku) ini menuduh saya buat status yang menghinanya pak, padahal tidak," ujarnya.

Ia berharap pelaporan KR ke Polresta Palembang bisa membuatnya ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Saya ingin dia (pelaku) ditangkap pak karena telah melukai," ucapnya.

Kasubang Humas Polresta Palembang, AKP Andi Haryadi membenarkan laporan dugaan pengeroyokan pelajar SMP tersebut. Pihaknya, sejauh ini, telah memeriksa korban dan akan mengkonfirmasi kepada terduga pelaku.

"Kami menduga kejadian ini dikarenakan adanya selisih paham," katanya.

Baca berita menarik JawaPos.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya