PKS Tak Hadiri Pertemuan Persaudaraan Alumni 212, Mengapa?

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Berkarya sama sekali tidak mengirim perwakilan ke pertemuan Persaudaraan Alumni 212.

oleh Ady Anugrahadi diperbarui 23 Jul 2018, 23:42 WIB
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Liputan6.com, Jakarta - Persaudaraan Alumni 212 mengundang sejumlah pimpinan partai untuk bertemu. Pertemuan digelar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, malam ini, Senin (23/7/2018).

Namun, tak semua pimpinan bersedia hadir. Bahkan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Berkarya sama sekali tidak mengirim perwakilan ke pertemuan tersebut.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma'arif mengatakan, telah bertemu dengan pimpinan partai yang disebutnya sebagai koalisi keumatan untuk berdiskusi sekaligus bertukar pikiran bersama dengan ulama-ulama dan tokoh-tokoh yang tergabung dalam Dewan Penasehat PA 212.

"Tadi hadir Pak Prabowo selaku Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Dewan Pembina, didampingi oleh Sekjen Partai Gerindra, kemudian dari PAN Pak Amien Rais, dan Sekjen PAN. Kemudian dari PBB juga ada, dari Partai Idaman ada," ujar dia, Senin (23/7/2018).

Slamet melanjutkan, Lima partai yang masuk ke ke dalam Koalisi Keumatan yaitu Gerindra, PAN, PKS, Berkarya, dan PBB. Beberapa di antaranya tidak hadir dalam pertemuan.

"PKS harusnya hadir, tapi ada satu hal kemudian belum sampai saat ini. Pun demikian Partai Berkarya," ungkap dia.

Slamet Ma'arif membeberkan sejumlah materi yang dibicarakan pada pertemuan Persaudaraan Alumni 212 tadi.

"Apa yang kita tukar, pertama tentang perkembangan bangsa sampai saat ini. Bagaimana kondisi bangsa saat ini, bagaimana ekonomi saat ini, bagaimana kejadian di PLN, bagaimana kejadian di Pertamina, bagaimana dengan Garuda, dan sebagainya," papar dia.

 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya